Gambaran Kemandirian Personal Hygiene Anak Tunagrahita Klasifikasi Sedang di SLB Gema Insani Padang

Authors

  • Widia Violana Putri Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Murisal Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Fadhilah Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.1032

Keywords:

Kemandirian, Personal Hygiene, Tunagrahita Sedang

Abstract

Anak tunagrahita merupakan anak yang mengalami gangguan perkembangan intelektual yang dapat mempengaruhi perkembangan anak mulai dari kemampuan belajar, komunikasi dan interaksi dengan lingkungan termasuk perkembangan kemandiriannya. Kemandirian personal hygiene adalah salah satu bentuk kemandirian yang di ajarkan kepada anak saat usia prasekolah. Namun berbeda dengan anak tunagrahita yang merupakan anak yang memiliki intelektual dibawah rata-rata sehingga menyebabkan terhambatnya seluruh tahap perkembangannya termasuk perkembangan kemandiriannya sehingga tetap membutuhkan bantuan hingga usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kemandirian personal hygiene anak tunagrahita sedang di SLB Gema Insani Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan dua orang guru sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahapan; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian personal hygiene anak tunagrahita sedang sangat dipengaruhi oleh jenjang pendidikan dan fase perkembangan. Terdapat perbedaan signifikan antara siswa SMP SMA dengan siswa SD dalam memahami urutan aktivitas kebersihan diri. Upaya peningkatan kemandirian dilakukan oleh guru melalui Program Khusus (Progsus) dengan metode modelling, praktik langsung, serta penggunaan media visual seperti video animasi. Keberhasilan kemandirian juga sangat bergantung pada kerjasama antara guru dan orang tua melalui komunikasi intensif via buku catatan khusus dan aplikasi pesan singkat. Namun, hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan intelektual anak, kurangnya kesabaran orang tua yang cenderung membantu anak agar pekerjaan cepat selesai, serta faktor ekonomi keluarga yang membatasi waktu pendampingan di rumah.

References

Amalia, A. A., & Yulianti, M. (2025). Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Membangun Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia Prasekolah. Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management.

Hayati, R. (2024). Pendidikan inklusif dan pengaruhnya terhadap kemandirian anak tunagrahita di Indonesia. Jurnal Pendidikan Khusus, 19(2), 45–60.

Hendriani. (2016). Psikologi Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Referensi Akademika.

Isro’in, L., & Andarmoyo. (2025). Konsep personal hygiene dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Dalam Amalia, A. A., & Yulianti, M. Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Membangun Kemandirian Personal Hygiene Anak Usia Prasekolah. Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management.

Jolaekha, D., Setiawan, D., & Diana. (2022). Kerjasama antara guru dan orang tua dalam menangani anak disabilitas intelektual di TK Mambaul Huda. Jurnal Pendidikan, 31(1), 63–74.

Kemendikbudristek. (2025). Kurikulum Sekolah Luar Biasa (SLB): Adaptasi dan Inovasi dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Lumbanraja, H. M. U., Mallisa, H. E., & Unja, E. E. (2024). Edukasi mencuci tangan yang baik dan benar dalam peningkatan kemandirian anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Digital, 1(2), 69–75.

Mahmudah, S., Widajati, W., Nur, D. R. K., Dwirisnanda, D. A., Ludfi, M. K. N. A., & Jauhari, M. N. (2025). Pengembangan media video pembelajaran bina diri self care untuk meningkatkan kemandirian siswa disabilitas intelektual. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(4), 6407–6416.

Mangunsong, F. (2014). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Depok: LPSP3 UI.

Mayasari, N. (2019). Layanan pendidikan bagi anak tunagrahita dengan tipe Down Syndrome. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 14(1), 111–134.

Prawestri, G., & Hartati, E. (2019). Gambaran status kebersihan gigi dan mulut serta kemandirian toilet training pada anak tunagrahita. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 2(2), 7.

Retnowati, Y. (2021). Pola Komunikasi dan Kemandirian Anak. Yogyakarta: Mevlana Publishing.

Santrock, J. W. (2023). Children and Adolescents: Developmental Psychology (8th ed.). McGraw-Hill Education.

Steinberg, L. (2021). Konsep kemandirian remaja. Dalam Retnowati, Y. Pola Komunikasi dan Kemandirian Anak. Yogyakarta: Mevlana Publishing.

Susanto, A. (2017). Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Perpustakaan Nasional.

Switri, E. (2020). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media.

Wahyuni, E. S., & Harisa, W. O. D. (2020). Video-based instructions meningkatkan praktik kebersihan diri saat menstruasi pada siswi disabilitas intelektual. Jurnal Keterapian Fisik, 5(2), 62–70.

Widiastuti, R., Kurniasih, N., & Prasetyo, D. (2023). Efektivitas metode multisensori dalam meningkatkan kemampuan adaptif anak tunagrahita. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 28(1), 79–95.

World Health Organization. (2023). Disability. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-02-13

How to Cite

Widia Violana Putri, Murisal, & Fadhilah. (2026). Gambaran Kemandirian Personal Hygiene Anak Tunagrahita Klasifikasi Sedang di SLB Gema Insani Padang. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(1). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.1032