Penggunaan Metode Digitasi On Screen untuk Pemantauan Kualitas Tutupan Lahan Kota Palu Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.1009Keywords:
Indeks Kualitas Lahan, Kota Palu, Ruang Terbuka Hijau, Tutupan LahanAbstract
Perubahan tutupan lahan di wilayah perkotaan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. Kota Palu, sebagai pusat perkotaan di Provinsi Sulawesi Tengah, mengalami dinamika pemanfaatan lahan yang signifikan akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas tutupan lahan di Kota Palu hingga tahun 2025 serta menganalisis implikasinya terhadap perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan. Metode penelitian meliputi analisis citra satelit 2025 melalui digitasi on-screen menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan perhitungan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan total luas tutupan lahan sebesar 203,531 ha, dengan dominasi ruang terbuka hijau berupa taman lingkungan (93,759 ha), median jalan (51,097 ha), dan sempadan badan air (48,646 ha). Kategori area dengan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) masih terbatas, hanya 1,876 ha. Perhitungan IKTL menghasilkan nilai 67,62, termasuk dalam kategori “Sedang,” menandakan tekanan aktivitas manusia terhadap kawasan bernilai ekologis. Permukiman menjadi penggunaan lahan yang paling banyak beririsan dengan kawasan bernilai lingkungan tinggi. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kebijakan pengelolaan ruang, pemerataan RTH dan HCV, serta pengendalian alih fungsi lahan untuk mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyediakan dasar berbasis data untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan di Kota Palu.
References
Anderson, J. R., Hardy, E. E., Roach, J. T., & Witmer, R. E. (1976). A Land Use And Land Cover Classification System For Use With Remote Sensor Data (U.S. Geological Survey Professional Paper No. 964). United States Department Of The Interior.
Arrafi, M., & Salma, N. F. (2025). Monitoring Fenomena Urban Sprawl Dan Prediksi Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 Di Kota Jambi. Geomedia Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian, 23(2), 67–75.
Badan Informasi Geospasial. (2010). Klasifikasi Penutupan Lahan: SNI 7645:2010. Badan Standardisasi Nasional.
Campbell, J. B. (2007). Introduction To Remote Sensing (4th Ed.). The Guilford Press.
Food And Agriculture Organization (FAO). (2000). Land Cover Classification System (LCCS): Classification Concepts And User Manual. FAO.
Kementerian Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan. (2025). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025 Tentang Status Dan Kondisi Lingkungan Hidup Serta Respon Terhadap Perubahan Lingkungan Hidup. Kementerian Lingkungan Hidup.
Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. (2023). Peta Tutupan Lahan Nasional Tahun 2023. Direktorat Inventarisasi Dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH), KLHK.
Kementerian Pekerjaan Umum. (2008). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan. Kementerian Pekerjaan Umum.
Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68. Sekretariat Negara.
Radhinal, Y., Putri Abdi, A., & Nur Annisa Ahmad, D. (2025). Klasifikasi Tutupan Lahan Perkotaan Menggunakan Citra Satelit Sentinel 2 Dan Pendekatan Machine Learning Algoritma Random Forest (Studi Kasus: Kota Palu). Jurnal Kolaboratif Sains, 8(8), 5275–5283.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







