Teori Exchange (Hubungan Guru dan Murid dalam Pendidikan Agama)

Authors

  • Alfin Camelia Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik
  • Mohammad Rofiq Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik
  • Maftuh Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.1012

Keywords:

Pendidikan Agama Islam, Teori Pertukaran Sosial, Hubungan Guru dan Peserta Didik

Abstract

Artikel ini mengkaji relevansi dan keterbatasan Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory) dalam memahami hubungan antara guru dan peserta didik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori Pertukaran Sosial memandang interaksi sosial sebagai suatu proses pertukaran yang didasarkan pada perhitungan antara ganjaran (reward) dan biaya (cost), yang dapat digunakan untuk menganalisis motivasi, partisipasi, dan kepatuhan dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari buku, artikel jurnal, serta berbagai referensi ilmiah yang relevan dengan Teori Pertukaran Sosial dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan guru dan peserta didik dalam PAI mencerminkan unsur-unsur pertukaran sosial, di mana guru memberikan pengetahuan, bimbingan, dan keteladanan, sedangkan peserta didik memberikan perhatian, kepatuhan, serta partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ganjaran seperti nilai, pujian, dan pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan, serta biaya berupa kedisiplinan, usaha belajar, dan pengendalian diri, memengaruhi motivasi awal peserta didik dalam mempelajari PAI. Namun demikian, penelitian ini juga mengungkap bahwa Teori Pertukaran Sosial memiliki keterbatasan dalam konteks pendidikan Islam, karena teori ini menekankan perhitungan rasional dan kepentingan pribadi. Pendidikan Islam lebih mengutamakan keikhlasan, pembentukan akhlak, serta pengabdian kepada Allah SWT sebagai tujuan utama. Oleh karena itu, Teori Pertukaran Sosial dapat berfungsi sebagai kerangka analisis pendukung, tetapi tidak dapat dijadikan sebagai landasan utama dalam memahami tujuan dan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam.

References

Ardiningrum, Talitha Dahayu. “Menanamkan Nilai Adab Sebelum Ilmu Dalam Pembelajaran Upaya Pembentukan Karakter Dan Etika Peserta Didik.” Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2, no. 3 (2025): 44–55.

Blau, P. M. (2020). Exchange and power in social life. New York: Routledge.

Hidayat, T. (2021). Pendidikan Agama Islam dan pembentukan akhlak peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 23–35.

Homans, G. C. (2020). Social behavior: Its elementary forms. London: Routledge.

Kirom, Askhabul. “Peran Guru Dan Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran Berbasis Multikultural.” Jurnal Al-Murabbi 3, no. 1 (2017): 69–80.

Muttaqien, Priya Falaha. “Kajian Literatur Sistematis Teori Pertukaran Sosial Dalam Hubungan Dua Arah.” Communicative: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 4, no. 1 (2023): 1–12.

Rahman, F. (2020). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: University of Chicago Pre

Sabila, Arina, and Moh Iflahul Karim. “Urgensi Kasih Sayang Untuk Guru Kepada Murid Dalam Konteks Pendidikan Agama Islam.” Jurnal Global Islamika 2, no. 1 (2023): 69–77.

Widita, Anindya. “Social Exchange Theory (Teori Pertukaran Sosial) - The Introduction.” Binus Higher Education Public Relation, 2022. https://binus.ac.id/malang/public-relations/2022/12/14/social-exchange-theory-teori-pertukaran-sosial-the-introduction/.

Zainuddin, M., & Fauzi, A. (2023). Relasi guru dan peserta didik dalam perspektif pendidikan Islam. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 101–112.

Downloads

Published

2026-02-02

How to Cite

Alfin Camelia, Mohammad Rofiq, & Maftuh. (2026). Teori Exchange (Hubungan Guru dan Murid dalam Pendidikan Agama). JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(1). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.1012