Modernisasi Islam Dalam Fiqih
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.1013Keywords:
Fikih; Ijtihad, Maqāṣid al-Sharī‘ah, Modernisasi, MaṣlaḥahAbstract
Artikel ini mengkaji konsep modernisasi fikih sebagai upaya untuk mempertahankan relevansi hukum Islam dalam merespons perkembangan sosial, teknologi, dan ekonomi kontemporer. Fikih, sebagai produk ijtihad manusia yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, memiliki karakter yang dinamis dan adaptif sehingga memungkinkan terjadinya pembaruan hukum tanpa mengubah prinsip-prinsip fundamental ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis literatur hukum Islam klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan ijtihad, maqāṣid al-sharī‘ah, dan maṣlaḥah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi fikih bertumpu pada penguatan pendekatan metodologis seperti ijtihad kolektif, penalaran yang berorientasi pada maqāṣid, serta penafsiran kontekstual terhadap teks-teks keagamaan. Pendekatan-pendekatan tersebut memungkinkan hukum Islam menjawab persoalan-persoalan modern, termasuk digitalisasi ekonomi, kemajuan teknologi, dan perubahan sosial, dengan tetap menjaga nilai keadilan dan kemaslahatan umum. Dengan demikian, modernisasi fikih bukanlah penyimpangan dari prinsip-prinsip Islam, melainkan suatu kontekstualisasi yang diperlukan agar hukum Islam tetap fungsional, responsif, dan aplikatif dalam masyarakat modern. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus hukum Islam kontemporer dengan menegaskan pentingnya fikih yang adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan di era modern.
References
Afrizal, Afrizal, and Hasbi Umar. “Metode Ijtihad Fazlur Rahman (Double Movement).” Sosio Akademika 13, no. 1 (2023): 35–43.
Auda, J. (2020). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. London: The International Institute of Islamic Thought.
Aulia, Mizar. “Kajian Fikih Kontemporer: Ruang Lingkup Dan Urgensitas Di Era Modernisasi.” Jurnal Al-Nadhair 2, no. 2 (2023): 22–34. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v2i2.36.
Hantoro, Ramandha Rudwi, Rosnawati Rosnawati, Saripuddin Saripuddin, Milasari Milasari, Lias Hasibuan, and Kasful Anwar Us. “Modernisasi Dan Enkulturasi Budaya Dalam Pendidikan Islam.” Jurnal Ilmu Multidisiblin 473 (2022).
Kamali, M. H. (2021). Shari‘ah law: An introduction. Oxford: Oneworld Publications.
Lestari, Linda. “Fiqih Iqtishad Sebagai Sumber Pengembangan Ekonomi Dan Keuangan Islam.” Jurnal Hukum Ekonomi Islam 5, no. 2 (2021): 95–110.
Limbong, Muchlisin, Rizqi Ramadhani, Putri Radifah Supardi, Nazwa Nadira Siregar, Muhammad Daffa Almuzaki, Aryanda Pangestu Nainggolan, and Muhammad Zali. “Penerapan Fiqih Dalam Kehidupan Sehari-Hari.” AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2, no. 1 (2025): 143–51.
Prasetyo, Muhammad Ammar Raihan, M Cikal Rayhan Putra Nada, and M Haris Abdillah. “Fleksibilitas Syariat Islam Dalam Modernisasi Zaman.” Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam 1, no. 4 (2024): 181–88.
Saw, Muhammad. “Peran Fiqih Muamalah Kontemporer Dalam Perkembangan Bisnis Berbasis Syariah.” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah 3 (2025): 50–61.
Zahrah, M. A. (2022). Pembaruan ijtihad dan relevansinya terhadap hukum Islam kontemporer. Jurnal Hukum Islam, 20(2), 145–158.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







