Aliran Klasik Dalam Filsafat Pendidikan (Hakikat Dan Prinsip Aliran Eksistensialisme, Humanisme, Dan Filsafat Kontemporer Dalam Perspektif Pendidikan Islam)
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.1018Keywords:
Eksistensialisme, Humanisme, Filsafat Pendidikan, Pendidikan IslamAbstract
Teori filsafat pendidikan berfungsi sebagai kerangka dasar untuk memahami tujuan, proses, dan arah pengembangan pendidikan. Filsafat pendidikan tidak hanya membahas apa yang harus diajarkan, tetapi juga mengapa dan bagaimana proses pendidikan harus berlangsung demi membentuk manusia ideal sesuai pandangan hidup tertentu. Dalam konteks ini, artikel ini membahas tiga aliran besar dalam filsafat moderneksistensialisme, humanisme, dan filsafat kontemporer beserta implikasinya terhadap pendidikan Islam. Eksistensialisme menekankan kebebasan individu, tanggung jawab moral, dan pencarian makna hidup. Humanisme menegaskan martabat manusia serta dorongan alami menuju pertumbuhan dan aktualisasi diri. Sementara itu, filsafat kontemporer menghadirkan perangkat kritik terhadap struktur pengetahuan dan otoritas, serta membuka ruang bagi interpretasi yang lebih fleksibel terhadap realitas sosial. Dengan mengkaji ketiga aliran ini, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat memperkaya pendekatan pedagogisnya melalui integrasi konsep kebebasan, penghargaan terhadap potensi manusia, dan pembaruan metodologis, tanpa melepaskan fondasi tauhid sebagai pusat orientasi pendidikan.
References
Adawiah, R. (2015). Aliran Eksistensialisme dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Islam. Al-Banjari, 14(1), 5.
Al-Fayyadl, M. (2005). Derrida. LKIS Pelangi Aksara.
Arib, J M, & Yuspitasari, S. (2025). Konsep Pendidikan Humanistik dalam Perspektif Islam dan Filsafat Kontemporer. Al-Munadzomah, 4(2), 160.
Arib, Juhrah M, & Yuspitasari, S. (2025). Konsep Pendidikan Humanistik dalam Perspektif Islam dan Filsafat Kontemporer. Al-Munadzomah, 4(2), 157–169.
Hasib, K. (2019). Teologi Kaum Postmodern: Telaah Kritis atas Pemikiran Mohammed Arkoun. UNIDA Gontor Press.
Insani, F. D. (2019). Teori Belajar Humanistik Abraham Maslow dan Carl Rogers serta Implikasinya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan, 8(2), 209–230.
Kierkegaard, S. (2006). Fear and Trembling. Cambridge University Press.
Liza Puji Lestari Ismail Sukardi, & Astuti, M. (2024a). Pemikiran Kritisisme dan Reformisme Kontemporer dalam Teori Pendidikan Islam Kontemporer. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 45–62.
Liza Puji Lestari Ismail Sukardi, & Astuti, M. (2024b). Pemikiran Kritisisme dan Reformisme Kontemporer dalam Teori Pendidikan Islam Kontemporer. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 45–62.
Munawar, I. (2022). Eksistensialisme dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Rahman, A. (2024). Konsep Kebahagiaan Menurut Jean Paul Sartre. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Sartre, J. P. (2007). Existentialism Is a Humanism. Yale University Press.
Syarifuddin. (2011). Konstruksi Filsafat Barat Kontemporer. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 13(2), 45–62.
Trisantari, H. E., & Jabbar, M. R. A. A. (2025). Desain Supervisi Pendidikan Islam Berbasis Psikologi dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 219–228.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







