Analisis Kadar Iodium dalam Garam Bermerek Produksi Sulawesi Selatan yang Beredar di Makassar dengan Metode Iodometri Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i2.1160Keywords:
Garam beriodium, iodium, iodometri, titrasi, SNI 3556:2024Abstract
Garam beriodium merupakan sumber utama iodium yang berperan penting dalam pencegahan gangguan akibat kekurangan iodium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar iodium pada garam bermerek produksi Sulawesi Selatan yang beredar di Kota Makassar menggunakan metode iodometri serta menilai kesesuaiannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 3556:2024 yaitu 30-80 mg/kg. Sampel penelitian terdiri dari sembilan garam bermerek yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang memiliki izin edar BPOM dan label fortifikasi iodium. Metode analisis yang digunakan meliputi uji kualitatif, semi kuantitatif, dan kuantitatif. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung iodium, sedangkan uji semi kuantitatif menunjukkan adanya variasi kadar iodium antar sampel. Penentuan kadar iodium secara kuantitatif menggunakan titrasi iodometri menunjukkan bahwa kadar iodium pada sampel berada pada kisaran 2,854–40,912 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hanya satu merek garam yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
References
Adriani, A., Ranti, S. R., & Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh. (2022). Analisis kalium iodat (KIO3) dalam garam dapur produksi Kuala Bau Aceh Selatan. Jurnal Sains & Kesehatan Darussalam, 2(2).
Akbar, H., Nur, N. H., & Paundanan, M. (2021). Pengetahuan ibu berkaitan dengan penggunaan garam beryodium di tingkat rumah tangga di Desa Muntoi Kecamatan Passi Barat. Jurnal Kesehatan, 11(2).
Az-Zuhaili. (2024). Tafsir Al-Wajiz. https://tafsirweb.com/6309-surat-al-furqan-ayat-53.html (Diakses 20 November 2025).
Day, R. A., & Underwood, A. L. (2001). Analisis kimia kuantitatif (Edisi ke-6). Erlangga.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1979). Farmakope Indonesia (Edisi ke-3). Departemen Kesehatan RI.
Dwiyanti Liaran, R., Hartoyo, A. M., & Rusliafa, J. (2026). Optimalisasi pemanfaatan garam beryodium melalui edukasi visual sebagai upaya pencegahan hipertensi di Desa Mata Lamokula. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 4(2).
Hartati, R., Supriyo, E., & Zainuri, M. (2015). Yodisasi garam rakyat dengan sistem screw injection. Gema Teknologi, 17(4), 160–163.
Herawati, D., & Romadhon, A. (2020). Analisa kadar Mg, Ca dan Fe garam rich mineral pada tambak garam prisma Lamongan. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 1(3), 400–405. https://doi.org/10.21107/juvenil.v1i3.8663
Indah Jayadi, Y., Elfira, E., Wahyuni, W. S., & Ramadan, F. (2023). Penggunaan garam beryodium di Dusun Halahalaya, Desa Kanreapia, Kabupaten Gowa. Journal of Public Health Service, 2(2).
Jamal, R. A., Hidayati, P. H., Irmayanti, Kanang, I. L. D., & Rahmawati. (2023). Karakteristik pasien tirotoksikosis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2018–2020. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 14(2), 93–103.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman umum program garam beriodium. Kementerian Kesehatan RI.
Kurniawati, N. (2023). Analisis kadar air dan iodium pada garam konsumsi. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 2(2), 137.
Kusmita, A., & Mandagi, A. M. (2021). Gambaran penggunaan garam beryodium di Desa Telemung Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Preventia: Indonesian Journal of Public Health, 6(1), 7–14.
Lubis, N., Sofiyani, S., & Junaedi, E. C. (2022). Determination of honey quality in terms of sucrose content with the Luff Schoorl method. Jurnal Sains dan Kesehatan, 4(3), 290.
Lubis, R., & Riyanto. (n.d.). Penentuan kadar kalium iodat (KIO3) dalam garam konsumsi yang beredar di pasaran dengan metode iodometri. Jurnal Ilmiah Biologi UMA, 2(1). http://jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jibioma
Masri, E., Nasution, N. S., & Ahriyasna, R. (2022). Literasi gizi dan konsumsi gula, garam, lemak pada remaja di Kota Padang. Jurnal Kesehatan, 10(1), 23–30. https://doi.org/10.25047/j-kes.v10i1
Mautuka, Z. A., Banik, R. Y., & Karbeka, M. (2022). Analisis kualitas garam tradisional di Desa Mausamang Kecamatan Alor Timur. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(1), 609–614.
Mukti, B. H. (2025). Methods in health research: Probability and non-probability sampling. Health Science International Journal, 3(2), 220–234.
Pratiwi, Y. L. I., & Muhammad. (2025). Inovasi mikrokristalin selulosa: Pemanfaatan bahan alam untuk industri masa depan. Get Press Indonesia.
Samsuar, S., Mariana, F., & Setyowati, M. (2017). Analisis kadar klorin (Cl₂) sebagai pemutih pada rumput laut (Eucheuma cottonii) yang beredar di Lampung. Jurnal Farmasi Lampung, 6(2).
Silviana, E., Fauziah, & Adriani, A. (2019). The comparison of potassium iodate concentration in jangka salt of Matang Glumpang Dua production from the cooking and natural drying process by iodometric method. Lantanida Journal, 7(2), 101–193.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulistiyawati, I., Rahayu, N. L., Falah, M., & Endris, W. M. (2022). Konsumsi garam beryodium sebagai upaya preventif penyakit GAKY di masyarakat. Jurnal Pemantik, 1(1), 14–25.
World Health Organization. (2020). Guideline: Fortification of food-grade salt with iodine. WHO.
Yunawati, I., & Karimuna, S. R. (2021). Penyuluhan dan uji kandungan iodium pada garam tingkat rumah tangga di wilayah pesisir Abeli Kota Kendari. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 1(3), 301–312.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







