Implementasi Asesmen Diagnostik Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i2.1218Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asesmen diagnostik sebagai dasar pelaksanaan pembelajaran Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif secara rutin pada awal pembelajaran maupun selama proses belajar melalui observasi perilaku, angket sederhana, dan wawancara. Hasil asesmen digunakan untuk memetakan motivasi, minat, sikap, serta hambatan belajar siswa yang menjadi dasar penyesuaian strategi pembelajaran, pengelompokan siswa, dan pemberian pendampingan. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, kemampuan guru dalam menyusun instrumen, serta beban administrasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi asesmen diagnostik non-kognitif telah sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpihak pada murid, humanis, dan berorientasi pada perkembangan karakter. Asesmen non-kognitif berfungsi sebagai fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan mendukung kesejahteraan emosional siswa. Dengan pelaksanaan, evaluasi, dan pemanfaatan yang berkelanjutan, asesmen diagnostik non-kognitif mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan siswa dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. Asesmen diagnostik adalah alat krusial untuk memetakan kemampuan kognitif dan kondisi non-kognitif (psikologis/sosial) siswa di awal pembelajaran. Hasilnya menjadi dasar bagi guru untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan individu, meningkatkan efektivitas pengajaran, serta mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan siswa.
References
Brookhart, S. M., Nitko, A. J. (2020). Taksonomi Higher Order Thinking Skill (HOTS) (Vol. 1). Semarang: Widya Sari Press Salatiga.
Hasni, E. (2021). Pendekatan Client- Centered Penggunaan Konseling Client Centered dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa ( Studi Kasus Siswa Kelas X , berikut : 1 ) kepada guru bimbingan. ACIEM (Annual Conference On Islamic Education Management), 7–9.
Lamberti, M. 2025. “Penerapan Teori Belajar Humanistik Melalui Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar.” Jurnal Perseda: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(1):12–21.
Pristiwanti, D., Badariah, B., Hidayat, S., & Sari Dewi, R. (2022). Pengertian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4, 7911–7915.
Rahman, K., & Ririen, D. (2023). Implementasi Asesmen Diagnostik Non Kognitif dalam Kebijakan Sekolah. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(5), 1815–1823.
Rahmi, I., Nurmalina, N., & Fauziddin, M. (2020). Penerapan Model Role Playing Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar. Journal on Teacher Education, 2(1), 197–206. https://doi.org/10.31004/jote.v2i1.1164
Riadin, A., & Estimurti, E. S. (2022). Pengaruh Motivasi Belajar Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Ipa Peserta Didik Pada Era Merdeka Belajar. Jurnal Holistika, 6(2), 108. https://doi.org/10.24853/holistika.6.2.108-114
Saputra, A. D., Andri, A., & Sulianto J. (2023). Analisis Penerapan Pembelajaran Diferensiasi Dengan Model Problem Based Learning Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Di Sd. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(04), 1570–1582. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i04.1749
Saputra, A., & Mayurida. (2025). Pengembangan Instrumen Evaluasi (Analisis Pengembangan Penilaian Satuan Pendidikan MTs/SMP). Jurnal Pendidikan dan Keagamaan, 2(4), 313–323.
Sari, W. N., Murtono, M., & Ismaya, E. A. (2020). Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Minat Belajar Siswa Kelas V Sdn Tambahmulyo 1. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 1–4.
Sastrawati, E., & Budiono, H. (2022). Pelatihan Merancang Instrumen Assesmen Higher Order Thinking Skills (HOTS) Di SDN 018/V Kuala Tungkal. Jurnal Abdi Pendidikan, 3(2), 69–74.
Sayyidatul Hasna, Mira Azizah, & Espiyati. (2023). Implementasi Asesmen Diagnostik Non Kognitif Siswa Kelas III Sd Negeri Gayamsari 02 Kota Semarang. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(2), 6037–6049. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i2.1390
Sinring, A., Harum, A., Anas, M., Latif, S., & Zulfikri, Z. (2023). Pelatihan Asesmen Diagnostik Non Kognitif Guru Bimbingan dan Konseling. November, 95–106.
Sofwan, M., Budiono, H., & Pareza, W. (2022). Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar.
Tamrin, M., S. Sirate, S. F., & Yusuf, M. (2011). Teori Belajar Vygotsky dalam Pembelajaran Matematika. Sigma (Suara Intelektual Gaya Matematika), 3(1), 40–47.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







