Penerapan Metode Weighted Product (WP) dalam Penentuan Stan Kantin Terbaik pada UPN “Veteran” Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i3.1396Keywords:
Kantin Kampus, MADM, Pemeringkatan, Sistem Pendukung Keputusan, Weighted ProductAbstract
Penentuan stan kantin terbaik di lingkungan kampus modern memerlukan proses evaluasi yang objektif karena mahasiswa menilai pilihan makan berdasarkan beberapa kriteria sekaligus. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Weighted Product dalam Sistem Pendukung Keputusan untuk memeringkat stan kantin terbaik pada UPN “Veteran” Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer dari survei Google Formulir kepada 84 mahasiswa. Dari 21 stan yang dinilai, lima stan dengan jumlah responden tertinggi dipilih sebagai alternatif, yaitu Kantin Bu Ghin, Warung Bang Wahid, Kantin Bu Lis, Warung Lies Siswartini, dan Pondok Kuliner 07. Kriteria penilaian meliputi harga, kualitas makanan, dan pelayanan, dengan bobot relatif masing-masing 0,2500, 0,4167, dan 0,3333. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Warung Lies Siswartini memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,204294, diikuti Kantin Bu Lis sebesar 0,202668, Pondok Kuliner 07 sebesar 0,201178, Warung Bang Wahid sebesar 0,197321, dan Kantin Bu Ghin sebesar 0,194538. Temuan ini memperlihatkan bahwa pelayanan dan kualitas makanan menjadi pembeda utama dalam pemeringkatan. Metode Weighted Product terbukti mampu menghasilkan rekomendasi yang transparan, terukur, dan mudah digunakan sebagai dasar evaluasi kantin kampus secara berkala.
References
Auliah, A., Prayitno, G., Ari, I. R. D., Rahmawati, Wardani, L. E., & Meidiana, C. (2022). The role of social capital facing pandemic COVID-19 in tourism village to support sustainable agriculture: Empirical evidence from two tourism villages in Indonesia. Economies, 10(12), 320. https://doi.org/10.3390/economies10120320
Badaruddin, Kariono, Ermansyah, & Sudarwati, L. (2021). Village community empowerment through village owned enterprise based on social capital in North Sumatera. Asia Pacific Journal of Social Work and Development, 31(3), 163–175. https://doi.org/10.1080/02185385.2020.1765855
Bahri, S., Maidin, R., Asmirah, Iskandar, Nonci, N., Burchanuddin, A., & Harifuddin. (2023). The urgency of social capital in local community development. Formosa Journal of Social Sciences, 2(3), 459–468. https://doi.org/10.55927/fjss.v2i3.6462
BPS Kabupaten Sijunjung. (2025). Kecamatan Koto VII dalam angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sijunjung.
Braun, V., & Clarke, V. (2021). One size fits all? What counts as quality practice in reflexive thematic analysis? Qualitative Research in Psychology, 18(3), 328–352. https://doi.org/10.1080/14780887.2020.1769238
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Delisa, A., Prayitno, G., & Wicaksono, A. D. (2024). Keterkaitan modal sosial terhadap partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan infrastruktur Desa Kuniran. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 16(2), 155–164. https://doi.org/10.21776/ub.takoda.2024.016.02.4
Ginting, G., Kuswandi, A., & Budiati, A. (2024). Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan Desa Kandui: Faktor pengaruh dan tantangan. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(1), 112–129. https://doi.org/10.52423/neores.v6i1.1084
Humaedi, M. A., Wibowo, D. P., Hariyanto, W., Susilo, S. R. T., Wijayanti, F., Hakim, F. N., Martino, M., Wijaya, G., Andari, R. N., Yumantoko, Y., & Tessa, A. (2025). Shifting collective values: The role of rural women and gotong royong in village fund policy. Humanities and Social Sciences Communications, 12, 411. https://doi.org/10.1057/s41599-025-04577-6
Kementerian Dalam Negeri. (2014). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Latifah, N., Ningsih, Y., Indry, & Assyahri, W. (2024). Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan nagari di Sumatera Barat. Journal of Public Administration and Management Studies, 2(2), 47–54.
Mathews, M. C. (2021). How village leaders in rural Amazonia create bonding, bridging, and linking social capital configurations to achieve development goals, and why they are so difficult to maintain over time. World Development, 146, 105541. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2021.105541
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nosratabadi, S., Khazami, N., Abdallah, M. B., Lackner, Z., Band, S. S., Mosavi, A., & Mako, C. (2020). Social capital contributions to food security: A comprehensive literature review. Foods, 9(11), 1650. https://doi.org/10.3390/foods9111650
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Sarjiyanto, S., Mulki, Y. A., & Istiqomah, N. (2024). The impact of typology capital on community empowerment programs: Evidence from rural development in Indonesia. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 25(1), 17–35. https://doi.org/10.18196/jesp.v25i1.20083
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Uphoff, N. (2000). Understanding social capital: Learning from the analysis and experience of participation. In P. Dasgupta & I. Serageldin (Eds.), Social capital: A multifaceted perspective (pp. 215–249). World Bank.
Woolcock, M., & Narayan, D. (2000). Social capital: Implications for development theory, research, and policy. The World Bank Research Observer, 15(2), 225–249. https://doi.org/10.1093/wbro/15.2.225
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







