Bullying dalam Film Cry Me a Sad River Ditinjau dari Suttapiṭaka

Authors

  • Alfina Mudita Rahmasari Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa
  • Santacitto Sentot Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa
  • Aryanto Firnadi Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i3.1411

Keywords:

Etika Buddhis, Film Cry Me a Sad River, Pendidikan Karakter, Perundungan, Suttapiṭaka

Abstract

Perundungan merupakan persoalan sosial yang semakin serius di kalangan remaja, terutama dalam lingkungan sekolah dan ruang digital. Penelitian ini mengkaji representasi perundungan dalam film Cry Me a Sad River dan menafsirkannya melalui nilai-nilai etika Buddhis dalam Suttapiṭaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis konten kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan berulang terhadap adegan, dialog, dan elemen visual film, serta didukung oleh teks Buddhis primer dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Yì Yáo mengalami enam bentuk perundungan, yaitu cyberbullying, perundungan verbal, perundungan sosial atau relasional, perundungan nonverbal, perundungan fisik langsung, dan perundungan fisik tidak langsung. Keenam bentuk tersebut bekerja secara kolektif dan membentuk lingkungan sosial yang menekan martabat, rasa aman, dan harapan korban. Analisis juga menunjukkan bahwa sammāvācā, sammākammanta, mettā, karuṇā, dan paññā menjadi dasar moral dalam pencegahan perundungan. Perundungan berakar pada lobha, dosa, dan moha yang mencerminkan keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin. Oleh karena itu, pencegahan perundungan memerlukan transformasi batin, bukan sekadar aturan atau hukuman. Perspektif ini penting bagi pendidikan karakter yang lebih empatik, reflektif, dan transformatif di sekolah serta masyarakat masa kini.

References

Almira, N. S., & Marheni, A. (2021). Analisis Fenomenologis Interpretatif tentang Definisi Bullying dan Harga Diri bagi Korban Bullying. Jurnal Psikologi Integratif, 9(2), 209–224. https://doi.org/10.14421/jpsi.v9i2.2211

Annisya, I. R., & Wibowo, A. A. (2025). Fenomena Bullying pada Film Pendek Langit Tak Selamanya Abu-Abu: Analisis Semiotika Roland Barthes. An-Nida: Jurnal Komunikasi Islam, 17(1), 27–42.

ANTARA News. (2023). Kemendikbudristek: 36,31 persen siswa berpotensi alami perundungan. https://www.antaranews.com/berita/3783534/kemendikbudristek-3631-persen-siswa-berpotensi-alami-perundungan

Aulia, L. R., Kholisoh, N., Rahma, V. Z., Rostika, D., & Sudarmansyah, R. (2024). Pentingnya Pendidikan Empati untuk Mengurangi Kasus Bullying di Sekolah Dasar. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(1), 71–79.

Bansal, S., Garg, N., Singh, J., & Van Der Walt, F. (2024). Cyberbullying and Mental Health: Past, Present and Future. Frontiers in Psychology, 14, 1279234. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1279234

Bodhi, B. (2000). The Connected Discourses of the Buddha: A Translation of the Saṃyutta Nikāya. Wisdom Publications.

Bodhi, B. (2001). The Middle Length Discourses of the Buddha: A Translation of the Majjhima Nikāya. Wisdom Publications.

Bort-Mir, L., & Bolognesi, M. (2022). Reliability in the Identification of Metaphors in Filmic Multimodal Communication. Multimodal Communication, 11(3), 187–201. https://doi.org/10.1515/mc-2021-0022

Buddharakkhita, A. (1996). The Dhammapada: The Buddha’s Path of Wisdom. Buddhist Publication Society. https://www.bps.lk/olib/bp/bp203s_Buddharakkhita_Dhammapada.pdf

Dahlia, B., Azzahra, D. S., Azzahra, A. R., Dewi, S. P., Gunawan, F. A., & Abdillah, R. (2025). Luka Batin Tak Terlihat: Dampak Bullying pada Kesehatan Psikologis Siswa. Vitalitas Medis: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 2(1), 185–198.

Fahreiva, S. K., Chatrine, C., & Miranti, Y. N. (2026). Teori Tindak Tutur Film ``Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河)’’. CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic, 4(2), 92–111. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5892096

Fathoni, A., & Prasodjo, B. (2022). Perundungan Dunia Maya dan Dampaknya bagi Perkembangan Sosial Remaja. Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 9(3), 306–316.

Febriana, T. F., & Rahmasari, D. (2021). Gambaran Penerimaan Diri Korban Bullying. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(5), 134–147.

Freska, W., & Fernandes, R. (2023). Resiliensi Korban Bullying Remaja. CV Mitra Edukasi Negeri.

Jaenudin, E., Al Fajar, F. F., Nahar, A. S., & Hasanah, A. (2024). Urgensi dan Signifikansi Spiritualitas dalam Pendidikan Karakter. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 6(2), 110–124. https://doi.org/10.61227/arji.v6i2.167

Juanita, L. N., & Ahmadi, A. (2020). Bunuh Diri To

Downloads

Published

2026-07-03

How to Cite

Alfina Mudita Rahmasari, Santacitto Sentot, & Aryanto Firnadi. (2026). Bullying dalam Film Cry Me a Sad River Ditinjau dari Suttapiṭaka. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(3). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i3.1411