Gambaran Peresepan Obat Pada Pasien Hipertensi Peserta Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Sehat Bersama 1 Kota Bengkulu

Authors

  • Anis Fadhilah Chandry Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Heti Rais Khasanah Poltekkes Kemenkes Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i3.1534

Keywords:

Hipertensi, Program Rujuk Balik, Antihipertensi, Peresepan Obat, Apotek

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah Kesehatan utama dan memerlukan terapi jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Salah satu upaya pemerintah dalam menjamin kesinambungan pengobatan pasien hipertnesi Adalah melalui Program Rujuk Balik (PRB). Evaluasi pola peresepan obat antihipertensi penting dilakukan untuk mengetahui Gambaran penggunaan obat pada pasien hipertensi peserta PRB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi peserta Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Sehat Bersama 1 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif (real time)  terhadap resep pasien hipertensi peserta Program Rujuk Balik di Apotek Sehat Bersama 1 Kota Bengkulu menggunakan Teknik consecutive sampling. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 340 resep. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan bantuan Microsoft Excel dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh Perempuan (58,53%) dan kelompok usia 60-99 tahun (50,29 %). Terdapat 632 penggunaan obat antihipertensi, dengan candesartan sebagai jenis obat yang paling banyak diresepkan (37,18%). Golongan obat yang paling banyak diberikan Adalah kombinasi dua obat (50%), dengan kombinasi amlodipin-candesartan sebagai kombinasi yang paling sering diresepkan. Peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi peserta Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Sehat Bersama 1 Kota Bengkulu didominasi oleh penggunaan candesartan dari golongan ARB, dengan terapi kombinasi dua obat sebagai pola terapi yang paling banyak digunakan.

References

Aditya, N. R., & Mustofa, S. (2023). Hipertensi: Gambaran Umum. Majority, 11(2), 129–138, 5(9), 10.

Aditya, N. R., Mustofa, S., Studi, P., Dokter, P., Kedokteran, F., Lampung, U., Fisiologi, B., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2023). Hipertensi : Gambaran Umum Hypertension : An Overview. Jurnal Universitas Lampung, 11, 128–138.

Angin, M., Saputri, G., & Fahmi, E. (2023). EVALUASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TERAPI KOMBINASI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RAWAT JALAN RSUD HASANUDDIN DAMRAH BENGKULU SELATAN PADA BULAN JANUARI-MARET 2021. Jurnal Medika Malahayati, 6, 434–441. https://doi.org/10.33024/jmm.v6i4.8878

Indonesia, K. K. (2023). Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI., 1–1002.

Irawan, Y., Makani, M., Billi, J., Ramadhan, F. D., Al-amin, M. I., & Rahmi, N. F. (2024). HIPERTENSI DISERTAI DIABETES MELLITUS RAWAT INAP DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2023 Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit pembunuh tertinggi di dunia . Sebanyak 1 milyar orang di dunia atau 1 dari 4 orang dewasa m. Jurnal Borneo Cendekia, 8(1), 8(1), 122–126. https://doi.org/https://doi.org/10.54411/jbc.v8i1.533

Lukitaningtyas, D. and Cahyono, E. A. 2023. (2023). No Title. Lukitaningtyas, D. and Cahyono, E.A. 2023. HIPERTENSI; ARTIKEL REVIEW. Pengembangan Ilmu Dan Praktik Kesehatan. 2, 2 (Apr. 2023), 100-117., 2(April), 100–117.

Lukito, A. A., Harmeiwaty, E., & Hustrini, N. M. (2019). Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019. In Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia.

Luthfiha Amelia Putri, A., Atika Anggrasari, L., Studi, P. S., Masyarakat, K., & Airlangga, U. (2024). Faktor Determinan Penyakit Hipertensi Pada Lansia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 5586–5591. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jkt.v5i2.29378

Magdalene, E. S. (2019). Pedoman Pelayanan Kefarmasian Pada Hipertensi Tahun 2019. KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2019.

Poppy, I., & Restu, O. (2025). POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PASIEN RUJUK BALIK ( PRB ) BPJS KESEHATAN DI APOTEK X - JAKARTA. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 7(3), 555–569.

Sakinah, S., Ratu, J. M., & Weraman, P. (2020). Hubungan antara Karakteristik Demografi dan Pengetahuan dengan Self Management Hipertensi Pada Masyarakat Suku Timor: Penelitian Cross sectional. Jurnal Penelitian Kesehatan ‘SUARA FORIKES’ (Journal of Health Research ‘Forikes Voice’), 11(3), 245. https://doi.org/10.33846/SF11305

Sari, L. P., Rahayu, D., Utama, D., Putri, P., Karyus, A., & Budiati, E. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Program Rujuk Balik ( PRB ) Pasien Hipertensi. An Idea Health Journal, 4(01), 7–12.

Downloads

Published

2026-07-29

How to Cite

Chandry, A. F., & Khasanah, H. R. (2026). Gambaran Peresepan Obat Pada Pasien Hipertensi Peserta Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Sehat Bersama 1 Kota Bengkulu. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(3). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i3.1534