Kajian Kejadian Pneumonia oleh karena Staphylococcus aureus dan Gambaran Reaksi Antibiotika di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan

Authors

  • Ance Roslina Roslina Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Mutia Anggun Syafitri Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1583

Keywords:

Pneumonia, Reaksi Antibiotika, Sensitivitas, Staphylococcus aureus

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik menjadi bagian penting dalam tata laksana pneumonia bakteri, namun munculnya resistensi dapat mengurangi efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kejadian pneumonia oleh karena Staphylococcus aureus serta gambaran reaksi antibiotika pada pasien di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang berdasarkan data sekunder rekam medis pasien pneumonia. Sampel mencakup seluruh rekam medis tahun 2021 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa dari 61 pasien yang dianalisis, 31 pasien (50,8%) berjenis kelamin perempuan dan kelompok usia 46-65 tahun mendominasi sebanyak 43 pasien (70,5%). Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang paling sering ditemukan, yaitu 29 kasus (47,5%), diikuti Escherichia coli 12 kasus (19,7%) dan Klebsiella pneumoniae 7 kasus (11,5%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan infeksi Staphylococcus aureus (p=0,055). Model regresi logistik memenuhi uji kelayakan (p=0,093), dengan Nagelkerke R Square sebesar 0,106. Pola sensitivitas antibiotik bervariasi; pada data yang disajikan, ampisilin dan meropenem menunjukkan sensitivitas penuh terhadap Staphylococcus aureus, sedangkan amoksisilin menunjukkan proporsi resistensi lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan antibiotik berdasarkan hasil uji sensitivitas dan pengendalian penggunaan antibiotik di rumah sakit.

References

Chebib, N. et al. (2021) “Pneumonia Prevention in the Elderly Patients: The Other Sides,” Aging Clinical and Experimental Research, 33(4), pp. 1091–1100. Available at: https://doi.org/10.1007/s40520-019-01437-7.

Farida, Y., Trisna, A. and Nur, D. (2017) “Study of Antibiotic Use on Pneumonia Patient in Surakarta Referral Hospital,” JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 2(1), pp. 44–52. Available at: https://doi.org/10.20961/jpscr.v2i01.5240.

Gunawan, G. et al. (2026) “The effect of price perception, digital promotion, and e-WOM on consumer satisfaction Maxim Palu,” Studi Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen, 5(3), pp. 131–145. Available at: https://doi.org/10.35912/sakman.v5i3.5497.

Gunawan, S., Tjandra, O. and Halim, S. (2021) “Edukasi Mengenai Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Lingkungan SMK Negeri 1 Tambelang Bekasi,” Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 4(1), pp. 156–164. Available at: https://doi.org/10.24912/jbmi.v4i1.11925.

Ilmi, T., Yulia, R. and Herawati, F. (2020) “Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Umum Daerah Tulungagung,” Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia, 1(2), pp. 102–112. Available at: https://doi.org/10.30737/jafi.v1i2.903.

Kusumawati, A.A. (2022) “Studi Penggunaan Obat Antibiotik Pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah Kota Batam,” Jurnal Kesehatan Farmasi, 4(1), pp. 53–56. Available at: https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i1.1252.

Lestari, K.S., Ningsih, P.R. and Febrianto, M. (2022) “Video profile sebagai sarana promosi pada Pesantren Tahfizh Daarul Quran Tangerang,” MAVIB Journal: Jurnal Multimedia Audio Visual and Broadcasting, 3(2), pp. 217–229. Available at: https://doi.org/10.33050/mavib.v3i2.2180.

Manuaba, I.A.S.P., Iswari, I.S. and Pinatih, K.J.P. (2021) “Prevalensi Bakteri Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) yang Diisolasi dari Pasien Pneumonia di RSUP Sanglah Periode Tahun 2019--2020,” Jurnal Medika Udayana, 10(12), pp. 51–57.

Natasya, F.A. (2022) “Tatalaksana Pneumonia,” Jurnal Medika Hutama, 3(2), pp. 2392–2399. Available at: https://www.jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/465.

Nurhayati, A. and Hanif, M. (2025) “The Character Education Based on Prophetic Values through Habituation Activities at MI Ma’arif NU 1 Cilongok,” Jurnal Sosial, Politik Dan Budaya (SOSPOLBUD), 4(2), pp. 227–242. Available at: https://doi.org/10.55927/sospolbud.v4i2.14936.

Nuryah, A., Yuniarti, N. and Puspitasari, I. (2019) “Prevalensi dan Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten,” Majalah Farmaseutik, 15(2), pp. 123–129. Available at: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v15i2.47911.

Pristianingrum, S. et al. (2021) “Deteksi Metichilin Resistance Staphylococcus Aureus (MRSA) Pada Peralatan Medis yang Digunakan di Ruang Rawat Inap RSUD Provinsi NTB,” Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 8(1), pp. 7–12. Available at: https://doi.org/10.32807/jambs.v8i1.220.

Putri, R.M. and Hasan, H. (2014) “Tinjauan Imunologi Pneumonia pada Pasien Geriatri,” Cermin Dunia Kedokteran, 41(1), pp. 14–18. Available at: https://doi.org/10.55175/cdk.v41i1.1166.

Rahman, A. (2023) “Artificial Intelligence as a Cognitive Scaffold for ADHD Language Learners.”

Rahman, S. and Putra, A. (2022) “Pengujian black box pada sistem informasi berbasis mobile,” Jurnal Media Informatika, 7(2), pp. 101–108.

Rianti, E.D.D., Tania, P.O.A. and Listyawati, A.F. (2022) “Kuat Medan Listrik AC dalam Menghambat Pertumbuhan Koloni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli,” Bioma: Jurnal Ilmiah Biologi, 11(1), pp. 79–88. Available at: https://doi.org/10.26877/bioma.v11i1.9561.

Sardi, A. (2021) “Infeksi Nosokomial: Jenis Infeksi dan Patogen Penyebabnya,” Seminar Nasional Riset Kedokteran 2 (SENSORIK 2021). UPN Veteran Jakarta, pp. 117–125. Available at: https://conference.upnvj.ac.id/index.php/sensorik/article/view/1023.

Sari, M.P. and Cahyati, W.H. (2019) “Tren Pneumonia Balita di Kota Semarang Tahun 2012--2018,” HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 3(3), pp. 407–416. Available at: https://doi.org/10.15294/higeia/v3i3/30266.

Sukertiasih, N.K. et al. (2021) “Studi Retrospektif Gambaran Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik,” Jurnal Ilmiah Medicamento, 7(2), pp. 108–111. Available at: https://doi.org/10.36733/medicamento.v7i2.2177.

Sulistyaningrum, R. (2016) “Pola Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik pada Penderita Pneumonia di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Periode Agustus 2013--Agustus 2015.” Available at: https://eprints.ums.ac.id/43321/.

Suyasa, I.B.O. and Mastra, N. (2020) “Gambaran Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Pada Petugas Kesehatan RSUD Wangaya Kota Denpasar,” Meditory: The Journal of Medical Laboratory, 8(1), pp. 46–52. Available at: https://doi.org/10.33992/m.v8i1.1074.

Torres, A. et al. (2021) “Pneumonia,” Nature Reviews Disease Primers, 7, p. 25. Available at: https://doi.org/10.1038/s41572-021-00259-0.

Widayanto, M.T., Bahri, M.S. and Rahajeng, Y. (2021) “Pembuatan Video Profil Objek Wisata Rawatirta untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Desa Sumberkedawung Leces Probolinggo,” CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement, 1(2), pp. 63–68. Available at: https://doi.org/10.57152/consen.v1i2.138.

Widyati, W. et al. (2021) “Therapeutic Response of Community Acquired Pneumonia in Geriatrics: A Case Series from Intensive Care Unit,” Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 10(3), pp. 209–216. Available at: https://doi.org/10.15416/ijcp.2021.10.3.209.

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Roslina, A. R., & Mutia Anggun Syafitri. (2026). Kajian Kejadian Pneumonia oleh karena Staphylococcus aureus dan Gambaran Reaksi Antibiotika di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(4). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1583