Analisis Pengaruh Kotoran Sapi Pada Digester Terhadap Produksi Metana Dan Nilai Kalor Biogas Berbasis Limbah Cair Tahu

Authors

  • Bertand Nibroos Qobus Politeknik Negeri Sriwijaya
  • M. Hermansyah Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Safril Kartika Wardana Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Sahrul Effendy Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Idha Silviyati Politeknik Negeri Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1591

Keywords:

Biogas, Kotoran Sapi, Limbah Cair Tahu, Metana, Nilai Kalor

Abstract

Limbah cair tahu merupakan limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas melalui proses fermentasi anaerob. Penambahan kotoran sapi sebagai inokulum diharapkan dapat meningkatkan aktivitas bakteri metanogen sehingga produksi metana dan kualitas biogas meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persentase penambahan kotoran sapi terhadap komposisi biogas, produksi metana, dan nilai kalor biogas berbasis limbah cair tahu. Penelitian dilakukan menggunakan digester tipe batch berkapasitas 100 L dengan volume substrat 80 L, suhu fermentasi 33°C, waktu fermentasi 4 hari, serta variasi penambahan kotoran sapi sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Parameter yang diamati meliputi volume substrat, komposisi biogas (CH₄, CO₂, O₂, H₂S, dan CO), serta nilai kalor biogas. Kandungan metana meningkat dari 22,1% menjadi 63,4%, sedangkan nilai kalor meningkat dari 7,91 MJ/m³ menjadi 22,70 MJ/m³. Kandungan CO₂ dan H₂S meningkat, O₂ menurun, sedangkan CO berada pada kisaran 470,3–910,2 ppm. Variasi penambahan kotoran sapi sebesar 60% menghasilkan kualitas biogas terbaik dengan kandungan metana dan nilai kalor tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kotoran sapi berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi metana dan kualitas biogas, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan sekaligus alternatif pengolahan limbah organik.

References

Adeleye, A. O. (2023). Maximizing Efficiency in Biogas Production: A Comprehensive Review of Operational Parameters. Nigerian Research Journal of Engineering and Environmental Sciences, 8(1).

Ajao, M. O., Olungboji, O. A., & Olusola, E. O. (2024). Effect of Silicon Oxide Nanoadditive on Biogas and Methane Yield of Anaerobic Digestion of Cow Dung and Sheep Dung. Journal of Systematic, Evaluation and Diversity Engr. (JSEDE), 4(5), 1–16.

Apsari, P. A. D., Munandar, R., Wahyuni, A., Makhrus, M., Kamilatunnisa, L., & Solihin, I. (2025). Analisis Campuran Limbah Kotoran Sapi dan Tahu dalam Menghasilkan Biogas di Desa Sukamulia. Journal of Science Technology and Education, 1(1), 1–10.

Cahyani, N. K. D., Jumari, J., Hariyati, R., Rahadian, R., Rahim, A., Zega, E., Kholifah, R. W. N., Barber, P. H., Putro, S. P., & Soeprobowati, T. R. (2024). Utilizing Environmental DNA to Identify Eukaryotic Diversity in Mangrove Sediments at Demak, Central Java, Indonesia. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 29(4), 543–556. https://doi.org/10.14710/ik.ijms.29.4.543-556

Calbry-Muzyka, A., Madi, H., Rusch-Pfund, F., Gandiglio, M., & Biollaz, S. (2022). Biogas Composition from Agricultural Sources and Organic Fraction of Municipal Solid Waste. Renewable Energy, 181, 1000–1007.

Febriansyah, A., Alfarobi, J., Ridwan, K. A., Salamah, L., Putra, R. A., & Sari, S. I. A. (2023). Pengaruh Penambahan Limbah Cair Tahu dan Kulit Pisang terhadap Biogas dari Kotoran Ternak sebagai Solusi Energi Alternatif Masa Depan. Jurnal Penelitian Sains, 25(2), 103–108.

Iweka, S. C., Owuama, K. C., Chukwuneke, J. L., & Falowo, O. A. (2021). Optimization of Biogas Yield from Anaerobic Co-Digestion of Corn-Chaff and Cow Dung Digestate: RSM and Python Approach. Heliyon, 7(11).

Kumar, D. J. P., Mishra, R. K., Chinnam, S., Binnal, P., & Dwivedi, N. (2024). A Comprehensive Study on Anaerobic Digestion of Organic Solid Waste: A Review on Configurations, Operating Parameters, Techno-Economic Analysis and Current Trends. Biotechnology Notes, 5, 33–49.

Monica, L., Wiranata, M. A., Prakoso, D., Bow, Y., Reka, I., Manggala, A., & Daniar, R. (2025). Analisis Produksi Biogas dari Limbah POME dan Kotoran Sapi dengan EM-4 pada Digester terhadap Nilai Kalor. Jurnal Penelitian Sains, 27(3C), 1–7.

Mutegoa, E., & Sahini, M. G. (2023). Approaches to Mitigation of Hydrogen Sulfide during Anaerobic Digestion Process—A Review. Heliyon, 9, 1–18.

Nurhilal, M., Purwiyanto, P., & Aji, G. M. (2020). Pengaruh Komposisi dan Waktu Fermentasi Campuran Limbah Industri Tahu dan Kotoran Sapi terhadap Kandungan Gas Methane pada Pembangkit Biogas. Jurnal Teknologi Terapan, 6(1), 47–54.

Obileke, K., Makaka, G., Tangwe, S., & Mukumba, P. (2024). Improvement of Biogas Yields in an Anaerobic Digestion Process via Optimization Technique. Environment, Development and Sustainability, 27, 15025–15051.

Uddin, M. M., & Wright, M. M. (2023). Anaerobic digestion fundamentals, challenges, and technological advances. Physical Sciences Reviews, 8(9), 2819–2837. https://doi.org/10.1515/psr-2021-0068

Vu, H. P., Nguyen, L. N., Wang, Q., Ngo, H. H., Liu, Q., Zhang, X., & Nghiem, L. D. (2022). Hydrogen sulphide management in anaerobic digestion: A critical review on input control, process regulation, and post-treatment. Bioresource Technology, 346, 126634. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2021.126634

Downloads

Published

2026-08-26

How to Cite

Qobus, B. N., M. Hermansyah, Wardana, S. K., Effendy, S., & Silviyati, I. (2026). Analisis Pengaruh Kotoran Sapi Pada Digester Terhadap Produksi Metana Dan Nilai Kalor Biogas Berbasis Limbah Cair Tahu. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(4). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1591