Perbedaan Self-Esteem pada Remaja Akhir Laki-Laki dan Perempuan yang Berasal dari Keluarga Single Mother di Jabodetabek
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1592Keywords:
Self-Esteem, Remaja Akhir Laki-Laki, Remaja Akhir Perempuan, Single MotherAbstract
Perkembangan self-esteem pada remaja dapat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman dalam lingkungan keluarga dan sosial. Remaja yang berasal dari keluarga single mother menghadapi kondisi keluarga yang berbeda, sehingga terdapat kemungkinan adanya perbedaan tingkat self-esteem antara remaja laki-laki dan perempuan. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa laki-laki cenderung memiliki self-esteem yang lebih tinggi dibandingkan perempuan, meskipun terdapat penelitian lain yang tidak menemukan perbedaan self-esteem berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan hasil penelitian tersebut menjadi dasar penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan self-esteem antara remaja akhir laki-laki dan perempuan yang berasal dari keluarga single mother di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Populasi dalam penelitian adalah remaja akhir berusia 18–21 tahun yang berasal dari keluarga single mother berdomisili di Jabodetabek. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan sampel, diperoleh 128 responden yang terdiri dari 64 remaja laki-laki dan 64 remaja perempuan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala self-esteem berdasarkan 4 aspek dari Coopersmith. Setelah dilakukan uji validitas, diperoleh 54 aitem valid dengan nilai Corrected Item-Total Correlation berkisar 0,341–0,784. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha (α) sebesar 0,967. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan Independent Samples t-Test untuk mengetahui perbedaan self-esteem antara remaja akhir laki-laki dan perempuan yang berasal dari keluarga single mother. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai p = 0,076. Karena nilai p > 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan self-esteem yang signifikan antara remaja akhir laki-laki dan perempuan yang berasal dari keluarga single mother di Jabodetabek. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) ditolak.
References
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi (Edisi II).
Azwar, S. (2021a). Penyusunan skala psikologi (Edisi 2). Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2021b). Reliabilitas dan validitas (Edisi 4).
Badan Pusat Statistik. (2024). Jumlah perceraian menurut provinsi dan faktor penyebab perceraian (perkara), 2024. https://www.bps.go.id
Blickman, R. S., & Campbell, C. G. (2023). Moving toward an integrated model of the father–daughter relationship during adolescence. Family Relations, 72(5), 2664–2678.
Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. W. H. Freeman.
Creswell, J. W. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.
Khotimah, H., & Primanita, R. Y. (2024). Peran father involvement terhadap self-esteem pada remaja. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11(5), 2164–2168.
Meland, E., Breidablik, H. J., & Thuen, F. (2020). Divorce and conversational difficulties with parents: Impact on adolescent health and self-esteem. Scandinavian Journal of Public Health, 48(7), 743–751.
Mönks, F. J., & Knoers, A. M. (1982). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya.
Nunnally, J. C., & Bernstein, I. H. (1994). Psychometric theory (3rd ed.). McGraw-Hill.
Orth, U., Erol, R. Y., & Luciano, E. C. (2018). Development of self-esteem from age 4 to 94 years: A meta-analysis of longitudinal studies. Psychological Bulletin, 144(10), 1045–1061.
Pallant, J. (2020). SPSS survival manual: A step-by-step guide to data analysis using IBM SPSS. Routledge.
Paramitha, T. P., & Hendriani, W. (2023). Peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap self-esteem pada remaja akhir yang mengalami perceraian orang-tua. Universitas Airlangga.
Putri, R. S., & Widyorini, E. (2025). The role of father involvement in adolescent anxiety: A gender perspective. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 13(4), 640–646.
Reitz, A. K. (2022). Self-esteem development and life events: A review and integrative process framework. Social and Personality Psychology Compass, 16(11), e12709.
Saenab, B. S., Hayati, S., & Nurhikmah, N. (2024). Pengaruh father involvement terhadap self-esteem pada remaja akhir. Jurnal Psikologi Karakter, 4(2), 469–473.
Santrock, J. W. (2012). Life-span development. University of Texas.
Tehrani, H. D., Yamini, S., & Vazsonyi, A. T. (2025). The links between parenting, self-esteem, and depressive symptoms: A meta-analysis. Journal of Adolescence, 97(2), 315–332.
Tran, T., Liu, Q., & Cole, D. A. (2023). Prospective and contemporaneous relations of self-esteem and depressed affect in the context of parent-child closeness during adolescence: A random-intercept cross-lagged panel model. Journal of Youth and Adolescence, 52(3), 506–518.
Trzesniewski, K. H., Donnellan, M. B., & Robins, R. W. (2003). Stability of self-esteem across the life span. Journal of Personality and Social Psychology, 84(1), 205–220.
Wagner, J., Wieczorek, L. L., & Brandt, N. D. (2023). Boosting yourself? Associations between momentary self-esteem, daily social interactions, and self-esteem development in late adolescence and late adulthood. Journal of Personality and Social Psychology, 126(2), 332.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







