Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum pada Ibu Bersalin dengan Riwayat Anemia di RSD Balung Jember

Authors

  • Cindy Maulida Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Syiska Atik Maryanti Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Riza Umami Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1602

Keywords:

Anemia, Asfiksia Neonatorum, Ibu Bersalin

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau kapasitas pembawa oksigen (hemoglobin) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh dan biasa terjadi pada ibu hamil trimester 3 .Salah satu dampak dari anemia kehamilan pada bayi adalah asfiksia neonatorum. Terdapat 67 kasus kejadian asfiksia neonatorum di Kabupaten Jember pada tahun 2022. Tujuan Penelitian ini menganalisa hubungan kejadian asfiksia neonatorum pada ibu bersalin dengan Riwayat anemia di RSD Balung Jember Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi, menggunakan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah ppopulasi sebanyak 136 responden dan sampel 101 responden. Instrument yang digunakan yaitu lembar checklist . Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian sebagian besar responden dengan anemia sedang melahirkan bayi dengan asfiksia ringan dan asfiksia sedang sedangkan responden dengan anemia berat berat melahirkan bayi dengan asfiksia sedang dan asfiksia berat sebanyak 40 orang. Hasil uji chi square menunjukkan p value sebesar 0,001 yang berarti Ha diterima. Terdapat hubungan yang signifikan antara ibu bersalin dengan riwayat anemia terhadap angka kejadian asfiksia neonatorum di RSD Balung Tahun 2023. Ibu hamil dengan anemia dimungkinkan untuk melahirkan bayi dengan asfiksia neonatorum,tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan edukasi sebagai upaya pecegahan terhadap anemia kehamilan agar tidak terjadi bayi lahir dengan asfiksia.

References

Adawiyah, R., & Wijayanti, T. (2021). Hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Trauma Center Samarinda. Jurnal, 2(3).

Adiputra, I. M. S., et al. (2021). Metodologi penelitian kesehatan. Yayasan Kita Menulis.

Anggraeny, R., Kumaladewi, H. H., & Majid, M. (2023). Determinan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi aterm di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Kesehatan.

Erryca, P., Suratiah, & Surinati, D. A. K. (2022). Gambaran upaya pencegahan anemia pada ibu hamil. Jurnal Gema Keperawatan, 15(2), 275-288.

Handayani, R. (2020). Metodologi penelitian sosial. Trussmedia Grafika.

Martini, S. (2021). The relationship of anemia in pregnant woman trimester III with neonatorum asphician events. https://pbijournal.org/index.php/pbi

Rati Astuti, E. (2023). Faktor-faktor penyebab anemia pada remaja putri: Literature review. Jambura Journal of Health Sciences and Research.

Sari, S. A., Fitri, N. L., & Dewi, N. R. (2021). Hubungan usia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Metro. Jurnal Wacana Kesehatan, 6(1), 23. https://doi.org/10.52822/jwk.v6i1.169

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Triharini, M. (2019). Editorial: Upaya bersama dalam pencegahan anemia kehamilan. Pediomaternal Nursing Journal, 5(2). https://doi.org/10.20473/pmnj.v5i2.21220

Utami, T., Sukmaningtyas, W., & Safitri, M. (2020). Hubungan usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum pada ibu preeklampsia berat. Jurnal Menara Medika, 3(1), 95. https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menaramedika/index

Wahyuni, S., & Wayanwiwin, N. (2020). Hubungan usia ibu dan asfiksia neonatorum dengan kejadian respiratory distress syndrome (RDS) pada neonatus di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Borneo Student Research, 1(3).

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Maulida, C., Maryanti, S. A., & Umami, R. (2026). Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum pada Ibu Bersalin dengan Riwayat Anemia di RSD Balung Jember. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(4). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1602