Perbedaan Efektivitas Daun Katuk dan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Ibu Postpartum di Wilayah Puskesmas Kasiyan

Authors

  • Carissa Putri Azka Auliya Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Gumiarti Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Riza Umami Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1603

Keywords:

Produksi ASI, Daun Katuk, Daun Kelor, Ibu Postpartum

Abstract

ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi. Banyak ibu nifas yang mengalami kendala dalam memproduksi ASI, di antaranya seperti ASI yang lancar maupun ASI yang tidak lancar. Hal ini sesuai dengan hasil studi pendahuluan peneliti, yang didapatkan hasil data 30% dari 10 orang ibu menyusui mengatakan produksi ASI nya lancar sedangkan 70% dari 10 orang ibu menyusui lainnya mengatakan produksi ASI nya kurang lancar. Peneliti menggunakan daun katuk dan daun kelor sebagai bahan utama penelitian dikarenakan, kedua tanaman tersebut mengandung polifenol dan steroid yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Untuk mengetahui perbedaan efektivitas daun katuk dan daun kelor terhadap produksi ASI ibu post partum di Wilayah Puskesmas Kasiyan. Penelitian ini menggunakan desain true experiment tidak berpasangan dengan menggunakan pendekatan “Two Group Pre-Post Test”. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling yang berjumlah 30 orang ibu menyusui pada hari ke-10 sampai ke-16. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi produksi ASI dengan analisa data menggunakan uji t-test. Adapun hasil penelitian ini adalah produksi ASI sebelum mengonsumsi daun katuk yaitu 182,67 dan sesudah mengonsumsi daun katuk yaitu 246,00, sehingga didapatkan rata-ratanya adalah 63,33. Sedangkan produksi ASI sebelum mengonsumsi daun kelor yaitu 172,33 dan sesudah mengonsumsi daun kelor yaitu 210,00, sehingga didapatkan rata-ratanya adalah 37,67. Dan hasil rata-rata perbedaan produksi ASI sesudah diberikan daun katuk dan daun kelor selama 7 hari yaitu 25,667. Daun katuk terbukti lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan daun kelor, karena terdapat perbedaan kadar kandungan yang lebih tinggi. Daun kelor hanya mengandung polifenol dan steroid, sedangkan pada daun katuk mengandung polifenol, steroid dan thiamin.

References

Adi, G. S., Saelan, S., Putriningrum, R., & H. K., A. N. (2018). Pengaruh breastcare dan air seduhan daun kelor terhadap produksi ASI. Wiraraja Medika, 8(2), 29–33. https://doi.org/10.24929/fik.v8i2.649

Astutik, R. Y. (2015). Buku ajar asuhan kebidanan: Masa nifas dan menyusui. Trans Info Media.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. (2020). Profil kesehatan Kabupaten Jember 2020. https://siskeudes.jemberkab.go.id/posts/profil-kesehatan-kabupaten-jember-2020

Dolang, M. W., Wattimena, F. P., Kiriwenno, E., Cahyawati, S., & Sillehu, S. (2021). Pengaruh pemberian rebusan daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu nifas. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 6(3), 256. https://doi.org/10.30829/jumantik.v6i3.9570

Galih Setia, A., Saelan, Putriningrum, R., & Nurahman, A. (2018). Pengaruh breastcare dan air seduhan daun kelor terhadap produksi ASI.

Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2022). Buku metode penelitian kualitatif & kuantitatif. CV Pustaka Ilmu.

Khoerotunnisa, L. L., Syafnir, L., & Kodir, R. A. (2020). Review artikel 6 tanaman yang berpotensi sebagai herbal galaktagogum. https://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/farmasi/article/view/23455

Maritalia, D. (2012). Asuhan kebidanan nifas dan menyusui. Pustaka Pelajar.

Maryunani, A. (2012). Inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif dan manajemen laktasi. Trans Info Media.

Monika, N. L. G. M. (2020). Potensi tanaman lokal sebagai galaktagogue herbal untuk meningkatkan produksi ASI. Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 9(1), 104–112. https://ojs.ikippgribali.ac.id/index.php/emasains/article/view/619

Mulazimah, M., Nurahmawati, D., Kholis, M. N., Noeraini, A. R., Junita, M. E., & Klau, A. S. (2023). Peningkatan produksi ASI ibu menyusui melalui breast care di Puskesmas Perawatan Ngletih Kota Kediri. Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 88–97. https://doi.org/10.53624/kontribusi.v3i2.183

Nadianty, L. (2021). Review asupan bahan pangan alami untuk kelancaran produksi ASI dan berat badan bayi. Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Rachbini, D. W., Rachbini, P. D. D. J., S., D. N., Prayitno, H., & Khumaedi, E. (2021). Metode riset ekonomi dan bisnis: Analisis regresi-SPSS & SEM-Lisrel. INDEF.

Raguindin, P. F. N., Dans, L. F., & King, J. F. (2014). Moringa oleifera as a galactagogue. Breastfeeding Medicine, 9(6). https://doi.org/10.1089/bfm.2014.0002

Salamah, U., & Prasetya, P. H. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Jurnal Kebidanan Malahayati, 5(3), 199–204. https://doi.org/10.33024/jkm.v5i3.1418

Santoso, U. (2014). Katuk, tumbuhan multi khasiat. Badan Penerbit Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Saraung, M. W., Rompas, S., & Bataha, Y. B. (2017). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan produksi ASI pada ibu post partum di Puskesmas Ranotana Weru. Jurnal Keperawatan.

Simbolon. (2021). Monograf faktor risiko praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA) di Indonesia. Penerbit NEM.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Alfabeta.

Suprayogi, A. (2000). Studies on the biological effects of Sauropus androgynus (L.) Merr: Effects on milk production and the possibilities of induced pulmonary disorder in lactating sheep (p. 140). Cuvillier Verlag.

Zakaria, Hadju, V., As’ad, S., & Bahar, B. (2016). Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap kuantitas dan kualitas air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui bayi 0–6 bulan. Jurnal MKMI, 12(3), 161–169.

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Auliya, C. P. A., Gumiarti, & Umami, R. (2026). Perbedaan Efektivitas Daun Katuk dan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Ibu Postpartum di Wilayah Puskesmas Kasiyan. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(4). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1603