Rekonstruksi Pengaturan dan Penegakan Kode Etik Pelaut Pelayaran Niaga dalam Sistem Hukum Keselamatan Pelayaran

Authors

  • R. Adhimaskin Kusumawardani Akademi Maritim Djadajat

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1611

Keywords:

Etika Profesi Pelaut, Keselamatan Pelayaran, Mahkamah Pelayaran, Ko-Regulasi, Just Culture

Abstract

Penelitian ini menguji ketidakselarasan antara norma kode etik pelaut, kewenangan Mahkamah Pelayaran, dan mekanisme pembelajaran keselamatan setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, kasus, konseptual, dan perbandingan. Korpus yang diverifikasi sampai 31 Agustus 2026 meliputi peraturan pelayaran, naskah Kode Etik Pelaut Pelayaran Niaga 2019, publikasi kelembagaan, delapan laporan akhir KNKT periode 2021-2025, tiga putusan Mahkamah Pelayaran tahun 2026, serta instrumen IMO dan ILO. Analisis isi dilakukan dalam dua tahap menggunakan tujuh domain etik, aturan inklusi-eksklusi, matriks jejak bukti, analisis lintas kasus, dan uji kesesuaian normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi penegakan kode etik telah tercantum sejak Pasal 251 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008; perubahan tahun 2024 memperluas subjek pemeriksaan, kewenangan sanksi administratif, yurisdiksi, dan mediasi. Namun, aturan pelaksana dan praktik putusan 2026 masih memperlihatkan pola rekomendasi sanksi kepada Menteri. Laporan KNKT memperlihatkan relevansi kompetensi, integritas informasi, kewaspadaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab organisasi, tetapi tidak dapat diperlakukan sebagai penetapan kesalahan. Penelitian ini mengusulkan model ko-regulasi dua jalur yang dilengkapi firewall keselamatan, due process, larangan penghukuman ganda tanpa dasar, remediasi, dan rehabilitasi.

References

Adams, T. L. (2017). Self-regulating professions: Past, present, future. Journal of Professions and Organization, 4(1), 70-87. https://doi.org/10.1093/jpo/jow004

Barasa, L., Simanjuntak, M., & Syafitra, B. W. (2025). Factors affecting the safety climate of the ship's crew: Empirical evidence from shipping companies in Indonesia. The Asian Journal of Shipping and Logistics, 41(2), 75-82. https://doi.org/10.1016/j.ajsl.2025.02.001

Bertkau, A., Halpern, J., & Yadla, S. (2005). The privileges and demands of professional self-regulation. Virtual Mentor, 7(4), 267-269. https://doi.org/10.1001/virtualmentor.2005.7.4.msoc1-0504

Bhattacharya, S. (2012). The effectiveness of the ISM Code: A qualitative enquiry. Marine Policy, 36(2), 528-535. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2011.09.004

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27-40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Chauvin, C. (2011). Human factors and maritime safety. The Journal of Navigation, 64(4), 625-632. https://doi.org/10.1017/S0373463311000142

Chauvin, C., Lardjane, S., Morel, G., Clostermann, J.-P., & Langard, B. (2013). Human and organisational factors in maritime accidents: Analysis of collisions at sea using the HFACS. Accident Analysis & Prevention, 59, 26-37. https://doi.org/10.1016/j.aap.2013.05.006

Chen, S.-T., Wall, A., Davies, P., Yang, Z., Wang, J., & Chou, Y.-H. (2013). A human and organisational factors (HOFs) analysis method for marine casualties using HFACS-Maritime Accidents (HFACS-MA). Safety Science, 60, 105-114. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2013.06.009

Hetherington, C., Flin, R., & Mearns, K. (2006). Safety in shipping: The human element. Journal of Safety Research, 37(4), 401-411. https://doi.org/10.1016/j.jsr.2006.04.007

Ikatan Dokter Indonesia. (2012). Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia. (n.d.). Tentang IKPPNI. https://www.ikppni-indonesia.org/index.php/tentang-ikppni2

Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64.

Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 20.

Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 6 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kecelakaan Kapal. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 131.

Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 30 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 6 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kecelakaan Kapal. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 1031.

Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 252.

International Labour Organization. (2006). Maritime Labour Convention, 2006, as amended. https://www.ilo.org/resource/other/maritime-labour-convention-2006-amended-mlc-2006

International Maritime Organization. (1978/2010). International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW), 1978, as amended. https://www.imo.org/en/ourwork/humanelement/pages/stcw-conv-link.aspx

International Maritime Organization. (1993). International Safety Management Code (Resolution A.741(18), as amended). https://www.imo.org/en/ourwork/humanelement/pages/ismcode.aspx

International Maritime Organization. (2008). Code of the International Standards and Recommended Practices for a Safety Investigation into a Marine Casualty or Marine Incident (Resolution MSC.255(84)). https://www.imo.org/en/ourwork/iiis/pages/casualty.aspx

Kementerian Perhubungan. (2019). Surat Kepala Biro Hukum Nomor AL 202/1/1 PHB 2019 tanggal 14 Mei 2019 perihal Kode Etik Pelaut Pelayaran Niaga Indonesia dan naskah kode etik terlampir.

Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. (2020, January 10). Pelaut Indonesia kini miliki kode etik pelaut. https://hubla.dephub.go.id/home/post/read/7716/pelaut-indonesia-kini-miliki-kode-etik-pelaut

Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2021a). Laporan akhir investigasi kecelakaan pelayaran tenggelamnya Yunicee, Selat Bali, 29 Juni 2021 (KNKT.21.06.15.03).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2021b). Laporan akhir investigasi kecelakaan pelayaran kebakaran Karya Indah, Perairan Pulau Limafatola, 29 Mei 2021 (KNKT.21.05.12.03).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2022a). Laporan akhir investigasi kecelakaan pelayaran terbakarnya Sabuk Nusantara 91, Pelabuhan Masalembo, 16 September 2022 (KNKT.22.09.08.03).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2022b). Laporan akhir investigasi kecelakaan pelayaran terbakarnya LIT Enterprise, Pelabuhan Tanjung Perak, 13 Oktober 2022 (KNKT.22.10.09.03).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2022c). Laporan akhir investigasi kecelakaan pelayaran terbakarnya Mutiara Timur I, Timur Laut Pulau Bali, 16 November 2022 (KNKT.22.11.13.03).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2023). Laporan akhir investigasi kecelakaan pelayaran terbakarnya Royce I, Selat Sunda, 6 Mei 2023 (KNKT.23.05.04.03).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2024). Laporan akhir investigasi kecelakaan pelayaran terbakarnya Umsini, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, 9 Juni 2024 (KNKT.24.06.01.03).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi. (2025). Laporan akhir investigasi kecelakaan pelayaran tenggelamnya Tunu Pratama Jaya, Selat Bali, 2 Juli 2025 (KNKT.25.07.06.03).

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Mahkamah Pelayaran. (2025, June 4). Konsep pemikiran Mahkamah Pelayaran dalam public hearing Rancangan Peraturan Pemerintah di bidang pelayaran sebagai amanat Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024. https://mahpel.dephub.go.id/web/doc/145cc3d4-1bf4-4281-9bd1-21e53c731020

Mahkamah Pelayaran. (2026a, January 14). Keputusan HK.212/1/1/MP/2026 tentang tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali. https://mahpel.dephub.go.id/web/doc/da6176ca-ab81-492d-b095-ddd5cea44d24

Mahkamah Pelayaran. (2026b, February 26). Keputusan HK.212/1/2/MP/2026 tentang tubrukan KM Tilongkabila dengan KM Sabuk Nusantara 35 di Pelabuhan Bitung. https://mahpel.dephub.go.id/doc/fbd82f76-216d-4744-a3c7-9c2fad4222f5

Mahkamah Pelayaran. (2026c, March 31). Keputusan HK.212/1/3/MP/2026 tentang tubrukan KM Sabuk Nusantara 55 dengan MV Reliance di Perairan Laut Flores. https://mahpel.dephub.go.id/web/doc/a13da88c-00c6-43ae-9049-367304251c54

Mahkamah Pelayaran. (2026d, February 26). Mahkamah Pelayaran paparkan laporan kinerja dan arah strategis 2026 kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan. https://mahpel.dephub.go.id/web/doc/aaecc644-ef4d-475f-86b0-bc2b7270e82f

Mudiyanto, M., Anggraeny, E. F., & Pribadi Putra, F. R. (2026). The influence of behavior through safety culture on seafarers' performance on merchant ship. Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan, 23(2), 162-171. https://doi.org/10.14710/kapal.v23i2.71852

Putra, A. M., Carrera Arce, M., & Baumler, R. (2024). Insights on just culture from seafarers and shipping companies in Indonesia: An exploratory study. Work, 77(1), 161-170. https://doi.org/10.3233/WOR-220555

Wu, B., Yip, T. L., Yan, X., & Guedes Soares, C. (2022). Review of techniques and challenges of human and organizational factors analysis in maritime transportation. Reliability Engineering & System Safety, 219, 108249. https://doi.org/10.1016/j.ress.2021.108249

Downloads

Published

2026-09-04

How to Cite

Kusumawardani, R. A. (2026). Rekonstruksi Pengaturan dan Penegakan Kode Etik Pelaut Pelayaran Niaga dalam Sistem Hukum Keselamatan Pelayaran. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(4). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1611