Perbedaan Fungsi Kognitif Orang Dengan Skizofrenia Berdasarkan Jenis Kelamin di RS Madani Medan Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1613Keywords:
Skizofrenia, Fungsi Kognitif, Jenis KelaminAbstract
Skizofrenia adalah gangguan psikotik berat yang melibatkan gangguan kognitif, perilaku, dan disfungsi emosional dengan insiden yang lebih besar terkena pada laki-laki dibanding perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan fungsi kognitif pada orang dengan skizofrenia berdasarkan jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian analitik kategorik bertujuan untuk mengetahui perbedaan fungsi kognitif orang dengan skizofrenia antara laki-laki dan perempuan, dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yang berjumlah 70 orang. Pada penelitian ini didapati hasil penurunan fungsi kognitif pada orang dengan skizofrenia paling banyak pada laki-laki, usia terbanyak 25-34 tahun (40.0%). Berdasarkan lama penggunaan obat terbanyak pada penggunaan obat < 1 tahun (54.5%). Terdapat perbedaan antara jenis kelamin dengan penurunan fungsi kognitif pada orang dengan skizofrenia yaitu 0,031 (P<0,05). Terdapat perbedaan penurunan fungsi kognitif pada orang dengan skizofrenia laki-laki dan perempuan.
References
American Psychiatric Association. (2020). What is schizophrenia. https://www.psychiatry.org/patients-families/schizophrenia/what-is-schizophrenia
Amin, M. M., Effendy, E., & Loebis, B. (2020). Cognitive profile of patients with schizophrenia in North Sumatera Indonesia. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 8, 683–686.
Balitbangkes Depkes RI. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar Provinsi Sumatera Utara tahun 2018.
Fatani, B. Z., Aldawod, R. A., & Alhawaj, F. A. (2017). Schizophrenia: Etiology, pathophysiology and management: A review. Egyptian Journal of Hospital Medicine, 69(6), 2640–2646.
Han, M., Huang, X. F., Chen, D. C., et al. (2012). Gender differences in cognitive function of patients with chronic schizophrenia. Progress in Neuro-Psychopharmacology & Biological Psychiatry, 39(2), 358–363. https://doi.org/10.1016/j.pnpbp.2012.07.010
Huang, D., & Liu, S. (2017). Oxidative stress and schizophrenia. Journal of Psychiatry and Brain Science, 2(2), 2–6.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Situasi kesehatan jiwa di Indonesia. Infodatin.
Lieberman, J. A., Girgis, R. R., Brucato, G., et al. (2018). Hippocampal dysfunction in the pathophysiology of schizophrenia: A selective review and hypothesis for early detection and intervention. Molecular Psychiatry, 23(8), 1764–1772. https://doi.org/10.1038/mp.2017.249
Mollon, J., & Reichenberg, A. (2018). Cognitive development prior to onset of psychosis. Psychological Medicine, 48(3), 392–403.
Nugraha, I. A., & Kuswardhani, R. T. (2018). Korelasi depresi terhadap penurunan fungsi kognitif pada pasien lanjut usia di Kota Denpasar. Medicina, 49(2). https://doi.org/10.15562/medicina.v49i2.128
Randa Arung, K. (n.d.). Pengaruh remediasi kognitif non-computerized terhadap fungsi kognitif pasien.
Siti, F., Yani, F., & Rafiyah, I. (2018). Penerapan video game terhadap disfungsi kognitif pasien skizofrenia: A literature review. Prosiding Seminar Nasional dan Diseminasi Penelitian Kesehatan, 31–36. https://www.ejurnal.stikes-bth.ac.id/index.php/P3M_PSNDPK/article/view/341/299
Suddin, A. (2017). Perbedaan tingkat kognitif pada pasien skizofrenia yang baru dirawat dan setelah perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Kota Pontianak. 11(2), 1–15.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







