Analisis Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Luwu Timur Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i4.1707Keywords:
Tingkat Pengangguran Terbuka, Jenis Kelamin, Angkatan Kerja, Sakernas, Kabupaten Luwu TimurAbstract
Studi ini mendeskripsikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan jenis kelamin di Kabupaten Luwu Timur, Indonesia, pada tahun 2024. Studi ini menggunakan data sekunder dari publikasi Indikator Ketenagakerjaan Kabupaten Luwu Timur tahun 2024, yang bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024. Pendekatan deskriptif kuantitatif diterapkan dengan membandingkan angkatan kerja, jumlah pengangguran, dan TPT yang tercatat untuk laki-laki dan perempuan. Pada tahun 2024, kabupaten ini mencatat 7.443 orang penganggur, yang terdiri dari 4.416 laki-laki dan 3.027 perempuan. Jumlah angkatan kerja laki-laki tercatat sebanyak 101.904 orang, sementara angkatan kerja perempuan sebanyak 60.527 orang. TPT yang tercatat adalah 4,33% untuk laki-laki dan 5,00% untuk perempuan, dibandingkan dengan tingkat keseluruhan sebesar 4,58%. Dengan demikian, tingkat pengangguran perempuan lebih tinggi 0,67 poin persentase, meskipun jumlah absolut penganggur laki-laki lebih besar. Perbedaan ini menunjukkan mengapa jumlah penganggur dan tingkat pengangguran harus ditafsirkan secara terpisah: tingkat pengangguran menggunakan jumlah angkatan kerja dari masing-masing kelompok sebagai penyebutnya. Kontribusi studi ini pada tingkat lokal adalah mendokumentasikan perbandingan berdasarkan jenis kelamin tersebut dengan menggunakan statistik resmi tingkat kabupaten, serta menyediakan dasar bukti praktis untuk pemantauan ketenagakerjaan di masa mendatang. Karena analisis ini mengandalkan data agregat yang dipublikasikan untuk satu tahun, studi ini tidak menguji signifikansi statistik, menetapkan kausalitas, ataupun menjelaskan mekanisme di balik kesenjangan yang teramati. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan data Sakernas selama beberapa tahun atau data mikro tingkat individu, dengan mempertimbangkan faktor usia, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, dan sektor ekonomi.
References
Amelia, D., Saifudin, T., Suliyanto, S., Akbar, A. S., & Az Zuhro, M. R. R. (2024). Gender equality in Indonesian employment: Multivariate adaptive regression spline (MARS) analysis. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(2). https://doi.org/10.23887/jish.v13i2.76687
Astuti, I. P. (2023). Determinan pengangguran di Indonesia: Studi kasus data IFLS. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), 1–11. https://doi.org/10.23960/jep.v12i1.634
Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur. (2025). Indikator ketenagakerjaan Kabupaten Luwu Timur 2024. https://luwutimurkab.bps.go.id/id/publication/2025/07/09/5ce6c9b9ad350aeeb270e4ca/indikator-ketenagakerjaan-kabupaten-luwu-timur-2024.html
Blau, F. D., & Kahn, L. M. (2017). The gender wage gap: Extent, trends, and explanations. Journal of Economic Literature, 55(3), 789–865. https://doi.org/10.1257/jel.20160995
Cameron, L., Contreras Suarez, D., & Rowell, W. (2019). Female labour force participation in Indonesia: Why has it stalled? Bulletin of Indonesian Economic Studies, 55(2), 157–192. https://doi.org/10.1080/00074918.2018.1530727
Dumauli, M. T., & Sa’idah, F. N. (2026). Gender differences in the effect of marital status and education on underemployment in Indonesia. International Journal of Sociology and Social Policy, 46(9–10), 997–1021. https://doi.org/10.1108/IJSSP-01-2025-0084
International Labour Organization. (2013). Resolution concerning statistics of work, employment and labour underutilization (19th International Conference of Labour Statisticians). https://www.ilo.org/resource/resolution-concerning-statistics-work-employment-and-labour-underutilization
Ismalina, P. (2018). Women workers in the Indonesian labor market: Inevitable marginalization. Jurnal Perempuan, 23(4), 235–247. https://doi.org/10.34309/jp.v23i4.276
Karnadi, E. B. (2019). Is there any discrimination towards young women in Indonesia’s labor market? International Research Journal of Business Studies, 12(1), 69–86. https://doi.org/10.21632/irjbs.12.1.69-86
Klasen, S., & Pieters, J. (2015). What explains the stagnation of female labor force participation in urban India? The World Bank Economic Review, 29(3), 449–478. https://doi.org/10.1093/wber/lhv003
Mammen, K., & Paxson, C. (2000). Women’s work and economic development. Journal of Economic Perspectives, 14(4), 141–164. https://doi.org/10.1257/jep.14.4.141
Muslinawati, R., Aziz, K. F., & Trifandha, S. (2024). The influence of female workers, population, and open unemployment rates on female labor force participation levels in East Java. Gorontalo Development Review, 7(1), 80–90. https://doi.org/10.32662/golder.v0i0.3417
Nuraeni, Y., & Suryono, I. L. (2021). Analysis of gender equality on employment in Indonesia. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 20(1), 68–79. https://doi.org/10.35967/njip.v20i1.134
Panjaitan, D. V., Nuryartono, N., Pasaribu, S. H., & Lay, J. (2025). The impact of female labor force participation on regional economic and income convergence. Etikonomi, 24(2). https://doi.org/10.15408/etk.v24i2.41688
Raihannabil, S. D., Ghaista, I., Susiawati, N. L. P. A., & Kartiasih, F. (2025). Analysis of socioeconomic and demographic characteristics of female participation in the labor market in Indonesia. Jurnal Ketenagakerjaan, 20(1). https://doi.org/10.47198/jnaker.v20i1.464
Rahma, N., & Kirana, M. (2026). Analisis gender wage gap pada sektor formal dan informal di Indonesia: Studi data Sakernas 2023. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 8(2), 127–139. https://doi.org/10.14710/jdep.8.2.127-139
Ruslan, K., & Sukma, W. L. (2025). Decomposition of post-pandemic gender wage gaps in Indonesia: An analysis across the wage distribution. Jurnal Ketenagakerjaan, 20(2). https://doi.org/10.47198/jnaker.v20i2.517
Setyanti, A. M., & Harsa, M. F. (2026). Do gender disparities in working poverty persist? Evidence from Indonesia’s labor market. WELFARE: Jurnal Ilmu Ekonomi, 7(1). https://doi.org/10.37058/wlfr.v7i1.362
Sohn, K. (2015). Gender discrimination in earnings in Indonesia: A fuller picture. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 51(1), 95–121. https://doi.org/10.1080/00074918.2015.1016569
Susilo, Y., Yuniashri, E., & Handrito, R. P. (2024). Women’s tendency in work involvement: A study of female labour force in Indonesia. Economics and Sociology, 17(1). https://doi.org/10.14254/2071-789X.2024/17-1/10
Wahyuni, S., Ranita, S. V., Maidalena, M., Bachtiar, N., & Hasni, K. (2025). Women worker pay gaps: ‘Sticky floors’ and ‘glass ceilings’ in Indonesia. Jurnal Economia, 21(2), 170–184. https://doi.org/10.21831/economia.v21i2.72720
Yoana, Auwalin, I., & Rumayya. (2024). The role of vocational education on unemployment in Indonesia. Cogent Education, 11(1), Article 2340858. https://doi.org/10.1080/2331186X.2024.2340858
Upper secondary vocational education and decent work in Indonesia: A gender comparison. (2023). International Journal of Educational Development, 101, Article 102833. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2023.102833
World Bank. (2021). Indonesia country gender assessment: Investing in opportunities for women. https://documents1.worldbank.org/curated/en/732951615961029941/pdf/Indonesia-Country-Gender-Assessment-Investing-in-Opportunities-for-Women.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







