Konsep Karakteristik Profesional Guru Di Abad 21
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v2i2.181Keywords:
Karakteristik Guru, Pendidikan Abad 21, Pengembangan Guru, ProfesionalismeAbstract
Perkembangan pesat teknologi dan perubahan sosial dalam era Revolusi Industri 4.0 menuntut guru untuk memiliki karakteristik profesional yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik profesional guru yang esensial dalam konteks pendidikan abad 21, menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik guru yang relevan meliputi adaptabilitas, kemampuan teknologi informasi dan komunikasi, kolaborasi, pemikiran kritis, kreativitas, empati, serta komitmen terhadap pembelajaran sepanjang hayat, yang menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas pendidikan modern. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan pembinaan profesional yang holistik dan berkelanjutan bagi para guru, serta pentingnya integrasi pengembangan keterampilan teknis dengan pembinaan sikap, nilai, dan pemahaman yang relevan dengan konteks pendidikan abad 21.
References
Abdullah Sani, M. K. J., Shari, S., Sahid, N. Z., Shaifuddin, N., Abdul Manaf, Z., & van Servellen, A. (2024). ASEAN Library and Information Science (LIS) research (2018–2022): a bibliometric analysis with strategies for enhanced global impact. Scientometrics, 129(1), 95-125.
Al Azis, M. R. (2021). Tantangan Industri Penerbitan Buku Di Indonesia Sebagai Bagian Dari Industri Kreatif Dalam Mengarungi Era Digitalisasi Dan Pandemi Covid 19. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi, 6(3), 236-256.
Bondar, A. (2013). Logical Framework Pembangunan Perpustakaan Desa/Kelurahan dalam Rangka Peningkatan Kegemaran Membaca. Media Pustakawan, 20(2), 20-28.
Bruce, C. (1997). The seven faces of information literacy.
Esposo-Betan, S. M. S., Santos, J. F., & Anday, A. G. 2015 ASEAN Integration: Strengthening Library Skills and Competencies for Future Regional Collaboration.
FAIR, D. (2021). Diplomasi Budaya Indonesia Untuk Meningkatkan Publikasi Literasi Dan Nation Branding Indonesia Di. Repository. Upnvj. Ac. Id.
Fatmawati, E. (2023). Perencanaan Dasar Dalam Mengukur Kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Dan Indeks Literasi Masyarakat (ILM). IQRA: Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 17(1), 172-205.
Gowri, P., & Padma, P. (2018). SCONUL SEVEN PILLARS MODEL TO TEST THE INFORMATION LITERACY SKILLS OF ENGINEERING STUDENTS: A CASE STUDY. Library Philosophy & Practice.
Gulo, W. (2002). Buku Metode Peneitian. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Ibrahim, C., Hardiyati, R., Ayunda, W. A., & Fadhli, R. (2021). Comparative study of Asean countries research productivity in library science. Webology, 18(1).
IFLA School Libraries Section Standing Committee. (2015). IFLA school library guidelines.
Jusmirad, M., Angraeini, D., Faturrahman, M., Syukur, M., & Arifin, I. (2023). Implementasi Literasi dan Numerasi pada Program MBKM dan Dampaknya Terhadap Siswa SMP Datuk Ribandang. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(03), 303-310.
Kamsul, K. (2013). Strategi Pengembangan Kegemaran Membaca. Jurnal Akrab, 4(1), 22-29.
Lodeng, A. (2018). PENGARUH GAYA HIDUP HEDONIS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MENURUT EKONOMI ISLAM (Studi Pada Mahasiswa Santri Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung) (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Mansyur, U., & Indonesia, U. M. (2019). Gempusta: Upaya meningkatkan minat baca. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra II FBS UNM, December (pp. 203-2017).
Patra, S. K., & Chand, P. (2009). Library and information science research in SAARC and ASEAN countries as reflected through LISA.
Prajitno, S. B. (2013). Metodologi penelitian kuantitatif. Jurnal. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.(tersedia di http://komunikasi. uinsgd. ac. id).
Priyono, MM. (2008). BUKU METODE PENELITIAN KUANTITATIF.
Puslitjakdikbud. (2019). Indeks Aktivitas Literasi Membaca 34 Provinsi. Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan
Reddy, E. R., Waiyahong, N., & Teimtinakrit, C. (2013). Needed skills for ASEAN academic librarians. West East Journal of Social Sciences, 2(2), 47-56.
Rusydiyah, E. F., AR, Z. T., & Rahman, M. R. (2023). Literacy policy in southeast Asia: a comparative Study between Singapore, Malaysia, and Indonesia. Center for Educational Policy Studies Journal, 13(2), 79-96.
Sacchanand, C. (2015). Quality assurance of library and information Science education in the ASEAN Countries: Moving towards regionalization and internationalization.
Sacchanand, C. (2022). Development of ASEAN network model on information literacy. Journal of Information Science Theory and Practice, 10(1), 18-29.
Sangkaeo, S. (1999). Reading Habit Promotion in ASEAN Libraries.
Saputri, E. (2021). Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Minat Baca Melalui Pojok Baca Digital (POCADI) di Kota Lhokseumawe, Aceh. Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA), 1(1), 27-39.
Sarwono, Jonathan. (2006). Buku Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Siregar, D. (2022). Tinjauan Yuridis Hak Cipta untuk Pencegahan Plagiarisme dan Pembajakan Karya Sastra. CV Kreator Cerdas Indonesia.
Surya, S., & Lubis, I. S. (2019). Studi kasus tentang minat baca anak. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Dan Seni (Sesanti) (pp. 524-541).
Syarif Bando. (2023). LAPORAN AKHIR KAJIAN KEGEMARAN MEMBACA MASYARAKAT INDONESIA 2023.
Tahmidaten, L., & Krismanto, W. (2020). Permasalahan budaya membaca di Indonesia (Studi pustaka tentang problematika & solusinya). Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 10(1), 22-33.
Þórarinsdóttir, Þ. T., & Pálsdóttir, Á. (2015). Information literacy instruction: theory and practice
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







