Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Efarina Etaham Kota Pematangsiantar Periode April-Juni Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v3i1.212Keywords:
Hipertensi, Antihipertensi, RasionalitasAbstract
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg (Kemenkes, 2021). Data World Health Organization (WHO) menyatakan hipertensi adalah salah satu penyebab kematian dini di seluruh dunia. Pada tahun 2020 sekitar 1,56 miliar orang dewasa akan hidup dengan hipertensi. World Healh Organization (WHO) menytakan saat ini prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total jumlah penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat anti hipertensi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Efarina Etaham Kota Pematangsiantar Periode April-Juni Tahun 2024. berdasarkan lima indikator yaitu tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian obat. membuat deskripsi gambaran, atau lukisan secara sistematis , factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki (Savira & Suharsono, 2019). Penelitian ini dilakukan terhadap 80 catatan rekam medik dengan diagnosa hipertensi dengan atau tanpa penyerta yang memperoleh obat antihipertensi periode April-juni Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi yang diperoleh yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat pasien sebesar 100%, tepat obat sebesar 100% dan tepat dosis sebesar 100%.
References
Arizka, N. (2021). arti Polifarmasi
Choirunnasihin. (2019). prevelensi hipertensi di sumut 2019. Jurnal Ilmiah, 10(2), 1–94.
Dong, Z. (2012). faktor hipertensi yg tidak dpt di ubah. Экономика Региона, Kolisch 1996, 49–56.
Fauziah, H., Mulyana, R., & Martini, R. D. (2020). Polifarmasi Pada Pasien Geriatri. Human CareJournal,5(3),804.
Hasanah, U. (2019). pengertian Hipertensi. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(1), 87..
Kemenkes. (2021). menkes 2021Tata Laksana Hipertensi Dewasa. Kementerian Kesehatan RI, 1–85.
Lailiyah, A. (2019). obat adalah. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Gresik, 3– 16.
Mathematics, A. (2016). kesehatan latar blkng. 1–23.
Menkes RI. (2016). standar pelayanan rumah sakit. Nature Methods, 7(6), 2016.
Muji Lestari, R., Ningsih, F., Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, P., Eka Harap, S., Raya, P., & Tengah, K. (2022). Hubungan Gaya Hidup (Lifestyle) Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif The Relationship Of Lifestyle With Hypertension In Productive Age. Jurnal Surya Medika, 1–7. http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/jsm.
Musa, E. C. (2022). Hipertensi terbanyak di benua. Sam Ratulangi Journal of Public Health, 2(2), 060.
Menkes RI. (2016). standar pelayanan rumah sakit. Nature Methods, 7(6), 2016.Novelly Milla. (2019). hipertensi jnc viii.
Savira, F., & Suharsono, Y. (2019). Metode Penelitian. Journal of Chemical Information and Modeling, 01(01), 1689–1699.
Sitorus, J. (2018). Hipertensi di toba. Universitas Sumatera Utara, 1(3), 82–91. Sutarga, i made. (2017). Hipertensi s ilent killer. HIPERTENSI DAN PENATALAKSANAANNYA Oleh Dr . I Made Sutarga , M . Kes Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UniversitasUdayana . 10–22., 10–22.
Tjay, T. H., & Rahardja, K. (2015). tjai obat hipertensi. In PT Elex Media Komputindo (Vol. 53, Issue 9).
Tumanggor, S. D., Penelitian, A., Tumanggor, S. D., Aktalina, L., Yusria, A., Ismail, W. M., & Artikel, H. (2022). Hipertensi no 4 di sumut. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), V(Ii), 174–180.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







