Analisis Risiko Kesehatan Konsumsi Kerang (Tridacna Squamosa, Conumurex Luhuanus) yang Mengandung Merkuri (Hg) di Teluk Manado
Keywords:
Kerang; Tridacna Squamosa; Conumurex Luhuanus; Merkuri (Hg)Abstract
Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan aktivitas industri telah memberikan tekanan besar terhadap kualitas air, khususnya melalui akumulasi logam berat di wilayah pesisir. Kontaminan ini kemudian masuk ke ekosistem perairan, diserap oleh organisme laut, dan akhirnya terakumulasi dalam jaringan tubuh mereka. Di antara berbagai jenis logam berat, merkuri menjadi salah satu yang paling berbahaya karena sifatnya yang persisten di sedimen, tingkat kelarutan yang rendah, serta kemampuannya untuk mengalami bioakumulasi pada biota perairan. Kerang Tridacna squamosa dan Conomurex luhuanu, yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, berpotensi menjadi media perpindahan merkuri ke manusia. Penelitian ini dilakukan untuk menilai potensi risiko kesehatan yang muncul akibat konsumsi kerang terkontaminasi merkuri di wilayah Teluk Manado. Metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan pendekatan deskriptif digunakan, melibatkan 65 responden. Sampel kerang diperoleh dari tiga titik lokasi, yaitu Sungai Desa Molas, Sungai Malalayang, dan Daerah Aliran Sungai Tondano, masing-masing sebanyak 100 gram, kemudian dianalisis di Laboratorium Air Nusantara (WLN). Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata kadar merkuri pada kerang mencapai 0,008 mg/kg. Melalui analisis dengan proyeksi paparan seumur hidup, diperoleh nilai rasio risiko (RQ) yang melebihi angka 1, yang mengindikasikan potensi dampak kesehatan non-karsinogenik dalam 30 tahun mendatang. Untuk meminimalkan risiko tersebut, masyarakat dianjurkan untuk membatasi konsumsi kerang dari area tersebut atau menggantinya dengan sumber protein lain yang lebih aman.
References
Ahmed, M. K., Baki, M. A., Kundu, G. K., Islam, M. S., Islam, M. M., & Hossain, M. M. (2016). Human health risks from heavy metals in fish of Buriganga River, Bangladesh. SpringerPlus, 5(1), 1–12.
Burger, J., & Gochfeld, M. (2005). Heavy metals in commercial fish in New Jersey. Environmental Research, 99(3), 403–412.
Copat, C., Arena, G., Fiore, M., Ledda, C., Fallico, R., Sciacca, S., & Ferrante, M. (2013). Heavy metals concentrations in fish and shellfish from eastern Mediterranean Sea: Consumption advisories. Food and Chemical Toxicology, 53, 33–37.
Ishak, R. A., Laekkeng, M., & Mahmud, A. (2024). Pengaruh kualitas produk, harga dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk karawo di Kota Gorontalo. Jurnal Online Manajemen ELPEI, 4(2), 1059–1068.
Lasut, M. T., Yasuda, Y., Edinger, E. N., & Pangemanan, J. M. (2010). Distribution and accumulation of mercury in marine organisms of Buyat Bay, North Sulawesi, Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 60(9), 1617–1625.
Jannah, D. (2022). Pengaruh Air Sungai Yang Mengandung Logam Berat Terhadap Produktivitas Tanaman Kangkung Darat.
Maanan, M. (2008). Heavy metal concentrations in marine mollusks from the Moroccan coastal region. Environmental Pollution, 153(1), 176–183.
Mariwy, A., Tuasamu, Y., & Warinah, W. (2019). Analisis Kadar Merkuri (Hg) Pada Badan Air Di Beberapa Titik Sungai Waiapu Kabupaten Buru. Molluca Journal Of Chemistry Education (Mjoce), 9(2), 116–122.
Nova, F. A., & Mahyudi, M. (2019). Penetapan Kadar Cemaran Logam Merkuri Pada Kerang Darah Yang Diperjualbelikan Di Pasar Ikan Cemara Medan Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Jurnal Analis Laboratorium Medik, 4(2).
Nursagita, Y. S., & Titah, H. S. (2021). Kajian Fitoremediasi Untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat Di Wilayah Pesisir Menggunakan Tumbuhan Mangrove (Studi Kasus: Pencemaran Merkuri Di Teluk Jakarta). Jurnal Teknik Its, 10(1), G22–G28.
Puspitasari, R., & Suratno, S. (2020). Heavy metal contamination and human health risk assessment in bivalves from Indonesian coastal waters. AACL Bioflux, 13(4), 2035–2045.
Rahman, M. S., Molla, A. H., Saha, N., & Rahman, A. (2012). Study on heavy metals levels and its risk assessment in some edible fishes from Bangshi River, Bangladesh. Food Chemistry, 134(4), 1847–1854.
Razi, N. M., Fildzah, F., Dhani, D. N., Nasir, M., Rizki, A., & Firdus, F. (2023). Literatur Review: Pencemaran Logam Berat Di Pelabuhan Indonesia. Jurnal Laot Ilmu Kelautan, 5(1), 48–61.
Siringoringo, V. T., Pringgenies, D., & Ambariyanto, A. (2022). Kajian Kandungan Logam Berat Merkuri (Hg), Tembaga (Cu), Dan Timbal(Pb) Pada Perna Viridis Di Kotasemarang. Journal Of Marine Research, 11(3), 539–546.
Storelli, M. M., & Marcotrigiano, G. O. (2004). Content of mercury and cadmium in fish (Thunnus alalunga) and cephalopods from the Mediterranean Sea. Food Chemistry, 85(4), 501–507.
USEPA. (2018). Risk-based concentration table. United States Environmental Protection Agency. https://www.epa.gov
Wang, X., Sato, T., Xing, B., & Tao, S. (2005). Health risks of heavy metals to the general public in Tianjin, China via consumption of seafood. Science of the Total Environment, 350(1–3), 28–37
Yi, Y., Tang, C., Yi, T., Yang, Z., & Zhang, S. (2017). Health risk assessment of heavy metals in fish and shellfish: A case study in China. Human and Ecological Risk Assessment, 23(5), 1112–1124.
Yulistika, N. D. (2023). Identifikasi Logam Berat Merkuri (Hg) Pada Air Dan Sedimen Di Perairan Teluk Kendari.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







