Hubungan Self Disclosure dengan Kepercayaan Diri Remaja Pengguna Second Account pada Media Sosial Instagram di Kota Padang

Authors

  • Latifa Ramadhani Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Murisal Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Fadhilah Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v3i4.897

Keywords:

Instagram, Kepercayaan Diri, Remaja, Second Account, Self Disclosure

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan media sosial Instagram yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja, di mana mereka sering kali memanfaatkan fitur multiple account untuk menciptakan second account sebagai ruang berekspresi yang lebih bebas, personal, dan privat guna menghindari penilaian negatif atau standar estetika di akun utama. Keterbukaan diri (self-disclosure) yang dilakukan melalui akun kedua ini diduga memiliki kaitan erat dengan tingkat kepercayaan diri remaja, karena ruang tersebut memberikan rasa aman dalam berinteraksi dengan orang-orang terdekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self-disclosure, tingkat kepercayaan diri, serta menguji hubungan antara self-disclosure dengan kepercayaan diri pada remaja pengguna second account Instagram di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional terhadap 347 remaja Kota Padang berusia 10–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-disclosure dan skala kepercayaan diri yang dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product Moment melalui program SPSS 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat self-disclosure dalam kategori sedang sebesar 66,6% dan tingkat kepercayaan diri dalam kategori sedang sebesar 80,1%. Berdasarkan uji hipotesis, ditemukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,417 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-disclosure dengan kepercayaan diri. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan remaja dalam melakukan pengungkapan diri secara selektif di second account, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri mereka. Kesimpulannya, second account berfungsi sebagai mekanisme koping sosial yang mendukung perkembangan psikologis remaja dalam mengelola emosi dan membangun kepercayaan diri yang stabil.

References

APJII. (2024). APJII jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang

Al Husna, H. (2022). Hubungan antara self-esteem dan self-confidence remaja panti asuhan di Kecamatan Lima Kaum. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 5(1), 12–22.

Ardhiani, O., Harsanti, I., & Fitriani, R. (2023). Potret diri (selfie) di Instagram: Kontribusi mediated self-disclosure pada harga diri remaja pengguna Instagram. BroadComm, 5(1).

Assyaffani, P. S., & Wibowo, D. H. (2024). Hubungan kepercayaan diri dan self-disclosure pada remaja akhir yang menggunakan second account Instagram. Jurnal Psikologi Revolusioner, 8(10).

Azwar, S. (2022). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Choiri, I. M. (2022). Hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan kesepian pengguna Facebook pada remaja di desa Taja Indah Banyuasin (Doctoral dissertation, Universitas Bina Darma).

Devi, E., & Indryawati, R. (2020). Trust dan self-disclosure pada remaja putri pengguna Instagram. Jurnal Psikologi, 13(2), 118–132.

Fadli, A., & Sazali, H. (2023). Peran media sosial Instagram @Greenpeaceid sebagai media kampanye dalam menjaga lingkungan. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO, 8(2), 209–222.

Fenia, S. Z., & Nastasia, K. (2021). Hubungan antara loneliness dengan fear of missing out pada remaja yang menggunakan Instagram di SMA Pertiwi 1 Kota Padang. Jurnal Ekonomika dan Bisnis, 1(3), 83–90.

Idaman, N., & Kencana, W. H. (2021). Identitas virtual remaja pada media sosial Instagram. Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(1), 1–9.

Kartini, Syahrina, J., Siregar, N., & Harahap, N. (2022). Penelitian tentang Instagram. Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 20–26.

Khoerunnisa, R., Selian, T. M., & Nurvikarahmi, T. (2021). Peranan penggunaan Instagram terhadap kepercayaan diri remaja. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 8723–8731.

Kurniawan, A., Noviekayati, I. G. A. A., & Pascarina, A. (2023). Hubungan body image dengan kepercayaan diri pada remaja pengguna Instagram. Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi, 18(1).

Lauster, P. (2012). Tes kepribadian (D. H. Gulo, Trans.). Jakarta: Bumi Aksara.

Maharani, F. D., Wibowo, D. S., & Widyarini, N. (2025). Self disclosure of college students who use Instagram second account based on interpersonal trust. Psikologia: Jurnal Psikologi, 10(1).

Meilia, I. E. (2024). Self disclosure pada second account Instagram generasi Z Kabupaten Tulungagung. Jurnal Komunikasi Korporasi & Media (JASIMA), 5(1).

Nofembri, A., Fitria, L., & Radyuli, P. (2021). Hubungan self-disclosure dengan kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan pendapat di depan kelas X SMK Negeri 9 Padang. Jurnal PTI (Pendidikan Teknologi Informasi), 64–70.

Oktaviani, R., Permadi, D., & Suparto, D. (2023). Pengaruh intensitas penggunaan media sosial Instagram terhadap tingkat kepercayaan diri remaja. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 1(1), 67–79.

Permana, I. H., & Sutedja, I. M. (2021). Analisis perilaku pengguna akun kedua di media sosial Instagram. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(4), 1195–1204.

Prihantoro, E., Damintana, K. P. I., & Ohorella, N. R. (2020). Self-disclosure generasi milenial melalui second account Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(3), 312–323.

Priyatno, D. (2014). SPSS 22: Pengolahan data terpraktis. Yogyakarta: Andi Offset.

Putri, S. A., & Hartati, N. (2024). Self-disclosure among social media influencers in Padang City: A phenomenological study of forms, motivations, impacts, and challenges. Indonesian Journal of Islamic Psychology, 7(2).

Safina, H. (2022). Hubungan kepercayaan diri dengan keterbukaan diri (self-disclosure) pada remaja di panti asuhan Penyantun Islam Banda Aceh (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry).

Santrock, J. W. (2007). Adolescence [Remaja] (2nd ed.; B. Widyasinta, Trans.). Jakarta: Erlangga.

Selviana, S., & Yulinar, S. (2022). Pengaruh self-image dan penerimaan sosial terhadap kepercayaan diri remaja pengguna Instagram. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 6(1).

Senthot, D. R., Indrawan, E., Erizon, N., & Abadi, Z. (2022). Hubungan self-disclosure terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran gambar teknik di SMK Negeri 5 Padang. Jurnal Vokasi Mekanika, 4(1), 32–37.

Simbolon, P., Pakpahan, R. E., & Gultom, E. M. (2022). Hubungan self-disclosure dengan komunikasi interpersonal mahasiswa tingkat II Prodi Ners STIKES Santa Elisabeth Medan. Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 19(01), 25–35.

Siregar, G. A. N., & Andriani, I. (2022). Trust dan self-disclosure pada remaja pengguna Instagram. Arjwa: Jurnal Psikologi, 1(4), 183–191.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wheeless, L. R., & Grotz, J. (1976). Conceptualization and measurement of reported self-disclosure. Human Communication Research, 2(4).

Wiranata, M. A., Opah, Megantara, M. F., & Resantari, S. R. (2022). Pengguna media sosial Instagram secara berlebihan dikalangan anak remaja. Cebong Jurnal, 1(2), 41.

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Latifa Ramadhani, Murisal, & Fadhilah. (2026). Hubungan Self Disclosure dengan Kepercayaan Diri Remaja Pengguna Second Account pada Media Sosial Instagram di Kota Padang. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 3(4). https://doi.org/10.59945/jpnm.v3i4.897