Yin dan Yang dalam Ajaran Tridharma (Studi Makna Simbolik Praktik Keagamaan di Kelenteng Kwa Cheng Bio Palembang)
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.956Keywords:
Keseimbangan, Ritual Keagamaan, Semiotika, Tridharma, Yin dan YangAbstract
Penelitian ini mengkaji makna simbol Yin dan Yang dalam praktik sembahyang sehari-hari pada ajaran Tridharma di Kelenteng Kwa Cheng Bio Palembang. Yin dan Yang dipahami sebagai dua prinsip yang saling berlawanan namun tidak terpisahkan, yang membentuk keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan, termasuk dalam praktik keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pemuka agama di kelenteng. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang memandang simbol sebagai tanda yang menghasilkan makna melalui relasi antara representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol Yin dan Yang hadir secara konsisten dalam berbagai unsur ritual sembahyang, seperti penggunaan dupa, lilin, persembahan, tata ruang altar, serta orientasi ruang ibadah. Simbol-simbol tersebut merepresentasikan keseimbangan antara aspek Yin yang mencerminkan ketenangan dan spiritualitas, dan aspek Yang yang melambangkan energi dan dinamika kehidupan. Dalam ajaran Tridharma, sembahyang tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai keseimbangan dan keharmonisan hidup yang selaras dengan alam, kehidupan sosial, dan kehendak Tuhan.
References
Amri, K. (2021). Moderasi beragama perspektif agama-agama di Indonesia. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 4(2), 179–196.
Bahri, S. (2015). Tridharma Indonesia: Pandangan D.S. Marga Singgih.
Chinh, N. M. (2025). The Influence of Mahayana Buddhism on Chinese Cultural Thought. International Journal of Creative Research Thoughts, 13(3).
Darmawan, D. (2013). Yin Yang, Chi, dan Wu Xing pada Arsitektur Kelenteng. Serat Acitya, 2(3).
Dudija, N. (2015). Cooperative vs Competitive: Filosofi Keseimbangan Yin--Yang dalam Hubungan Interdependency. Buletin Psikologi, 23(2).
Fibiana, M. (2023). Yin Yang dan Lima Unsur. Uwais Inspirasi Indonesia.
Harun. (2024). Wawancara Pemuka Agama Kelenteng Kwa Cheng Bio Palembang.
Hoed, B. H. (2014). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Komunitas Bambu.
Khotimah, A. (2014). Civil Religion: Fenomena Ajaran Tridharma di Riau. Jurnal Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 6(1).
Ningrum, G. (2022). Makna Simbolik pada Makanan Sesembahan dalam Tradisi Sembahyang Pemeluk Ajaran Tridharma di Kelenteng Chandra Nadi (Soei Goeat Kiong) 10 Ulu Palembang.
Song, W., & Cao, H. (2022). The Reality and Application of Yin and Yang. Chinese Medicine, 13(2), 23–31.
Taufik, M. (2016). Konsep Teologi dan Humanisme dalam Filsafat Cina. Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 10(2).
Tionghoa Info. (2024). Mengenal Poapoe dan Ciamsi sebagai Sarana Komunikasi. https://www.tionghoa.info/mengenal-poapoe-dan-ciamsi-sebagai-sarana-komunikasi/
Watters, T. (2019). Lao Tzu: Kisah Hidup dan Pemikirannya. BasaBasi.
Widiana, I. W. (2019). Filsafat Cina: Lao Tse Yin--Yang Kaitannya dengan Tri Hita Karana. Jurnal Filsafat Indonesia.
Widianto, B. R., & Suswandari. (2022). Eksistensi Perkumpulan Tridharma dalam Mempertahankan Ajaran Leluhur Etnis Tionghoa. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 6(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







