Pandangan Al-Qur'an tentang Rotasi Bumi dan Relevansinya terhadap Pelaksanaan Shalat Dan Puasa
DOI:
https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.957Keywords:
Al-Qur’an, Rotas Bumi, Shalat dan Puasa, Tafsir Ibnu KatsirAbstract
Rotasi bumi merupakan fenomena ilmiah yang telah dibuktikan dalam dunia astronomi, namun konsep ini telah tersirat dalam Al-Qur'an jauh sebelum ditemukan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Al-Qur'an mengenai rotasi bumi berdasarkan Q.S. Al-Anbiya’ ayat 33 serta relevansinya dengan pelaksanaan shalat dan puasa. Penelitian ini berfokus pada penafsiran Ibnu Katsir terhadap ayat tersebut serta bagaimana pemahaman ini berkorelasi dengan ibadah yang berkaitan dengan perubahan waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (library research). Sumber utama yang digunakan adalah Tafsir Ibnu Katsir, didukung oleh berbagai literatur tafsir lainnya serta referensi astronomi yang relevan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Q.S. Al-Anbiya’ ayat 33 menegaskan bahwa matahari, bulan, dan bumi bergerak dalam orbitnya masing-masing sesuai dengan ketetapan Allah. Konsep ini sejalan dengan teori rotasi bumi yang menyebabkan pergantian siang dan malam. Dalam konteks pelaksanaan shalat dan puasa, pemahaman tentang rotasi bumi menjadi sangat penting, terutama dalam penentuan waktu-waktu ibadah yang bergantung pada pergerakan matahari. Disini peneliti akan menguraikan corak penafsiran mufassir utamanya Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan QS. Al-Anbiya’ Ayat 33. Kemudian peneliti juga menganalisis problematika pelaksanaan shalat dan puasa akibat fenomena perbedaan durasi siang atau malam akibat terjadinya rotasi bumi. Hasil dari penelitian ini akan memperlihatkan bagaimana sebuah ayat difahami dari berbagai sudut pandang, dan bagaimana seharusnya seseorang belajar, memahami dan mengambil hikmah-hikmah dan pelajaran yang disampaikan dalam al-Qur’an, dan mengaplikasikan dikehidupan sehari-hari.
References
Al-Maraghy, A. M. (1952). Tafsir al-Maraghy. Musthafa al-Babi al-Halabi.
Al-Qaradawi, Y. (1995). Fiqh al-awlawiyyat. Maktabah al-Wahbah.
Al-Shatibi, M. (1997). Al-muwafaqat fi ushul al-syari‘ah. Dar al-Ma‘rifah.
Al-Zarqani, A. ‘A. (1995). Manahil al-‘irfan fi ‘ulum al-Qur’an (Vol. 2). Dar al-Kitab al-‘Arabi.
Asmendri, & Milyasari. (2020). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Jurnal, 6.
Auda, J. (2008). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law. IIIT.
Az-Zuhaili, W. (2002). Al-fiqh al-islami wa adillatuhu (Vol. 1). Dar al-Fikr.
Az-Zuhaili, W. (1991). Tafsir al-munir fi al-‘aqidah wa al-syari‘ah wa al-manhaj. Dar al-Fikr al-Mu‘ashir.
Esposito, J. L. (2003). The Oxford dictionary of Islam. Oxford University Press.
Hajar. (2014). Ilmu falak: Sejarah, perkembangan, dan tokoh-tokohnya. PT Sutra Benta Perkasa.
Ibnu ‘Asyur, M. T. (1984). Tafsir al-tahrir wa al-tanwir. Dar al-Tunisiyyah.
Ibnu Katsir. (2000). Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Dar al-Thayyibah.
Jani Arni. (2013). Metode penelitian tafsir. Daulat.
Lopez, B. (2001). Arctic dreams: Imagination and desire in a northern landscape. Vintage Books.
Mattson, I. (2008). The story of the Qur’an: Its history and place in Muslim life. Blackwell Publishing.
Rahman, F. (1982). Islam & modernity: Transformation of an intellectual tradition. University of Chicago Press.
Serreze, M. C. (2009). The Arctic climate system. Cambridge University Press.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian al-Qur’an (Vol. 5–6). Lentera Hati.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Usmani, M. T. (2004). Fatawa Usmani. Maktabah Ma‘arif al-Qur’an.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







