Analisis Kandungan Kadmium (Cd) pada Sedimen di Teluk Totok

Authors

  • Glorya C. Mongkau Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Sri Seprianto Maddusa Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Jane M.F Tahulending Universitas Sam Ratulangi Manado

DOI:

https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.991

Keywords:

Kadmium (Cd), Sedimen, Teluk Totok, Logam Berat, Pencemaran Perairan

Abstract

Pencemaran logam berat di wilayah perairan pesisir merupakan permasalahan lingkungan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap ekosistem dan kesehatan manusia. Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang bersifat toksik, tidak memiliki fungsi biologis, serta mudah terakumulasi dalam sedimen dan organisme perairan. Teluk Totok, yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, merupakan kawasan pesisir yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber hasil laut dan berada di sekitar aktivitas penambangan emas sehingga berpotensi mengalami pencemaran logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kadmium (Cd) pada sedimen di Teluk Totok. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei lapangan dan analisis laboratorium. Sampel sedimen diambil pada 16 titik menggunakan metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode Inductively Coupled Plasma (ICP) di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kadmium (Cd) pada seluruh sampel sedimen berada di bawah batas deteksi alat, yaitu <0,00003 mg/kg, dan masih berada jauh di bawah baku mutu NOAA Sediment Quality Guidelines. Hal ini menunjukkan bahwa sedimen di Teluk Totok masih berada dalam kondisi aman terhadap pencemaran kadmium.

References

Adhani R. & Husaini. 2017. Logam Berat Sekitar Manusia. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

Akbar, S. A., & Rahayu, H. K. 2023. Tinjauan literatur: bioakumulasi logam berat pada ikan di perairan indonesia. Lantanida Journal, 11(1), 51-66.

Azizah, M., & Maslahat, M. 2021. Kandungan logam berat timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg) di dalam tubuh ikan wader (Barbodes binotatus) dan air Sungai Cikaniki, Kabupaten Bogor. Limnotek: perairan darat tropis di Indonesia, 28(2).

Alisa, C. A. G., & Faizal, I. 2020. Kandungan timbal dan kadmium pada air dan sedimen di Perairan Pulau Untung Jawa, Jakarta. Akuatika Indonesia, 5(1), 21-26.

Anwar, C., Wonggo, D., & Mongi, E. 2022. Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Beberapa Jenis Ikan Demersal di Perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara. Media Teknologi Hasil Perikanan, 10(3), 198- 202.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2009. SNI 7387:2009 – Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan. Jakarta: BSN.

Caksana M.U, Aritonang A.B, Risko R, Muliadi M. & Sofiana M.S.J. 2021. Analisis kandungan logam berat Pb, Cd dan Hg pada ikan di Pantai Samudra Indah Kabupaten Bengkayang, Jurnal Laut Khatulistiwa, 4(3), pp. 109– 118.

Febria F.A, Fitri W.E. & Putra A. 2023. Bioremediasi Logam Berat: Metode Pemulihan Perairan Tercemar. Suluah Kato Khatulistiwa.

Girikallo, G. G., Joseph, W. B., & Maddusa, S. S. 2022. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Logam Berat Cadmium (Cd) pada Masyarakat Sekitar Sungai yang Mengonsumsi Ikan Nilem (Ostoechillus Vittatus) dari Sungai Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang

Mongondow. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 11(2).

Hariyoto F.D. 2021. Akumulasi logam berat timbal (Pb), kadmium (Cd), seng (Zn) dan merkuri (Hg) di perairan beserta dampaknya bagi produk perikanan dan kesehatan manusia, Buletin Matric, 18(2), pp. 39–46.

Haryanti, E. T., & Martuti, N. K. T. 2020. Analisis Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Dalam Daging Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) Di TPI Kluwut Brebes. Life Science, 9(2), 149-160.

Ismarti I, Ramses R, & Amelia F. 2023. Akumulasi dan Distribusi Logam Berat di Pesisir Barat Pulau Batam.

Jais N, Ikhtiar M, Gafur A, & Abbas H.H. 2020. Bioakumulasi Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) yang Terdapat dalam Air dan Ikan di Sungai Tallo Makassar, Window of Public Health Journal, pp. 261–273.

Jomova K, Alomar S.Y, Nepovimova E, Kuca K, & Valko M. 2025. Heavy metals: toxicity and human health effects’, Archives of Toxicology, 99(1), pp. 153– 209.

Koons A.L, & Rajasurya V. 2023. Cadmium Toxicity, StatPearls [Online].

Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.

Linda, R., Warsidah, W., & Kurniadi, B. 2023. Kandungan Kadmium (Cd) dalam Kerang Darah (Anadara granosa) dan Sedimen Asal Perairan Pulau Sedanau Kabupaten Natuna. Jurnal Akuatiklestari, 6(2), 195-199.

Maulina D.R.A, Pringgenies D, & Haryanti D. 2024. Kandungan Logam Berat Pb dan Cd dalam Sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang, Semarang, Journal of Marine Research, 13(1), pp. 20–28.

Milasari S, Arviani I.A, Pranata A.H., & Hidayati N.V. 2023. Analisis Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) Pada Sedimen di Sungai Pelus Kabupaten Banyumas, MAIYAH, 2(2), pp. 85–98.

Mukherjee, J., Saha, N. C., & Karan, S. (2022). Bioaccumulation pattern of heavy metals in fish tissues and associated health hazards in human population. Environmental science and pollution research international, 29(15), 21365–21379.

Nur, A.F., Litaay, M. & Ambeng. 2025. Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Daging Ikan Kuniran Upeneus sulphureus Cuvier di Teluk Palu Kota Palu. Doctoral dissertation. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Noviansyah, E., Batu, D. T. F. L., & Setyobudiandi, I. 2021. Kandungan logam kadmium (Cd) pada air laut, sedimen, dan kerang hijau di perairan Tambak Lorok dan Perairan Morosari. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 26(1), 128- 135.

Pemerintah Republik Indonesia. 2001. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Pinontoan, O. R., Mawo, F.H.M., Dwiseli, F., Lapian, L.G. 2025. Pencemaran Khusus Logam Berat Lingkungan. Yayasan Bina Lentera Insan.

Permana, B., Rafii, A., & Eryati, R. (2022). Kandungan logam berat timbal (Pb), kadmium (Cd) dan tembaga (Cu) pada air dan sedimen di muara perairan Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Tropical Aquatic Sciences, 1(1), 62-68.

Polak-Juszczak, L., & Szlider-Richert, J. (2024). Toxic metals in fishes, mussels, and sediments from the Puck Bay in the southern Baltic Sea. Marine pollution bulletin, 200, 116080.

Rahmadani T.B.C, & Diniariwisan D. 2023. Pencemaran Logam Berat Jenis Kadmium (Cd) Di Perairan Dan Dampak Terhadap Ikan, Jurnal Ganec Swara, 17(2). Rajkumar V, Lee V.R, & Gupta V. 2023. Heavy Metal Toxicity’, in StatPearls

[Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.

Rumhayati B. 2019. Sedimen Perairan: Kajian Kimiawi, Analisis, dan Peran.Malang: Universitas Brawijaya Press.

Rohmah, S. A., Salsabila, I. Z., & Mafaza, R. A. (2023). Bioakumulasi logam berat merkuri (Hg) dan kadmium (Cd) dalam daging ikan lele phyton (Clarias Sp) di sungai citarum. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Lingkungan Wilayah Pesisir, 1(1), 9-16.

Raza'i, T. S., Thamrin, Nofrizal, Amrifo, V., Pardi, H., Pangestiansyah Putra, I., Febrianto, T., & Fadhli Ilhamdy, A. (2021). Accumulation of essential (copper, iron, zinc) and non-essential (lead, cadmium) heavy metals in Caulerpa racemosa, sea water, and marine sediments of Bintan Island, Indonesia. F1000Research, 10, 699.

Soegianto A. 2023. Dampak Logam Berat terhadap Biologi Ikan. NEM: Penerbit NEM.

Septya, L., & Pauzi, R. Y. (2024). Potensi dan Ancaman Kesehatan Masyarakat Kalimantan dari Bioakumulasi Logam Berat pada Ikan Sungai. Review. Journal of Biotropical Research and Nature Technology, 2(2), 93- 102.

Sasongko, A. S., Cahyadi, F. D., Yonanto, L., Islam, R. S., & Destiyanti, N. F. (2020). Kandungan Logam Berat di Perairan Pulau Tunda Kabupaten Serang Banten. Manfish Journal, 1(2), 90-95.

Widyaningsih, S. D., Abida, I. W., Pramithasari, F. A., & Afifa, F. H. (2022). Kajian Kandungan Logam Berat Kadmium pada Air, Sedimen, dan Ikan Bawal (Pampus Argenteus) di Tempat Pelelangan Ikan Branta Kabupaten Pamekasan. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 3(4), 100-109.

Usman, Y. A., Mohamad, E., & Isa, I. (2025). KANDUNGAN TIMBAL, BESI, DAN KADMIUM PADA AIR DAN IKAN NIKE DI PERAIRAN

SUNGAI BONE, KOTA GORONTALO MENGGUNAKAN METODE

SPEKTROSKOPI. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 9(2), 150-164.

Downloads

Published

2026-02-03

How to Cite

Glorya C. Mongkau, Sri Seprianto Maddusa, & Jane M.F Tahulending. (2026). Analisis Kandungan Kadmium (Cd) pada Sedimen di Teluk Totok. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 4(1). https://doi.org/10.59945/jpnm.v4i1.991